
Caption : Murid RA Al Hikmah Cikulur ketika sedang belajar
JUARAMEDIA,LEBAK-Raudhatu Athfal (RA) Alhikmah cetak generasi cerdas dan agamis. TK yang berlokasi di Kampung Cipecang, Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten ini, sudah berdiri 10 tahun.
Menurut Kepala sekolah Raudhatul Athfal Deni Subhani salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program, pendidikan dengan kekhasan agama Islam, bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam), di bawah nauangan Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Untuk memberikan pendidikan yang baik dan untuk pembentukan karakter anak usia dini, salah satunya melalui lembaga pendidikan Raudhatul Athfal,”ungkap Deni

Belajar di RA kata Deni bisa memberi manfaat positif untuk si buah hati, yakni memupuk rasa cinta dan kasihnya pada agama sejak kecil.
” Apabila anak sudah diajari tentang kecintaan kepada agama yang dianutnya,
dalam hal ini agama Islam, maka kelak saat besar, anak-anak akan tetap berpegang teguh pada hal-hal yang diajarkan.” Katanya.
Selain itu, sambung Deni belajar di RA juga membantu memberi wawasan kepada anak, bahwa hidup ini harus seimbang. Anak tidak cukup hanya belajar agama saja, tapi harus belajar pendidikan umum lainnya.
“Dengan belajar menyeimbangkan pendidikan agama Islam dan pendidikan umum sejak dini, maka kelak kita harapkan anak juga akan berhasil menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratnya,” Ucapnya.
Kurikulum RA, termasuk RA Al Hikmah sambung Deni membentuk karakter anak menjunjung tinggi moral yang mulia.
” Seperti sifat bertanggung jawab, jujur, ataupun sesuai dengan sifat keteladanan Nabi Muhammad SAW, “Katanya.
Deni juga menjelaskan pada kurikulum RA ada enam aspek mendasar yang
diterapkan.
1. aspek perilaku beragama. Anak diajarkan pemahaman tentang aqidah islam, berakhlak karimah, berperilaku sesuai dengan syariat islam, bermuamalah, serta mengenal sejarah dan kebudayaan Islam.
2. Kedua, aspek fisik motorik.
3. Ketiga, aspek kognitif,
4. anak harus diajarkan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, dengan cara yang fleksibel.
5. aspek sosial, emosional, dan
6. aspek seni.

Disini kata Deni siswa harus difasilitasi mengeksplorasi diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi karya seni.
” Dan hal yang penting adalah para anak didik juga sudah mulai diajari sesuai kemampuan mereka untuk menjadi muslim sejati seperti berdo’a sebelum masuk kelas, hafalan do’a harian, hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, dan lainnya yang terkait dengan agama Islam. ” Pungkas Deni. (Ika)