Orangtua Berperan Cegah Anak dari Faham Radikalisme, Begini Kata Ketua FKPT Lebak

Redaksi - JuaraMedia
17 Jul 2020 13:01
2 menit membaca

Ketua FKPT Lebak, Siti Nurasiah

 

JUARAMEDIA LEBAK – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kabupaten Lebak Siti Nurasiah mengatakan, orangtua berperan untuk mencegah anak dari paham radikalisme dan intoleransi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita minta orang tua dapat memberikan edukasi kepada anak-anaknya tentang indahnya keanekaragaman itu,” kata Siti Nurasiah saat menyambut “Hari Anak Nasional”, di Lebak, Jum’at (17/07/2020).

Keanekaragaman di tengah perbedaan itu merupakan sunatullah yang harus dikembangkan dengan saling mencintai, menghormati dan menghargai sehingga terwujud kehidupan yang aman, damai dan kondusif.

Orang tua harus memberikan edukasi kepada anak-anaknya untuk mengenalkan keanakeragaman bangsa Indonesia yang memiliki perbedaan agama, bahasa, suku, budaya dan adat.

Namun, perbedaan keanekaragamaan itu menjadikan kekuatan bangsa untuk membangun keadilan dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap orang tua dapat menumbuhkan jiwa anak-anak mereka sejak dini untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita jangan sampai anak-anak sebagai generasi penerus bangsa terpapar paham radikalisme maupun terorisme yang bertentangan dengan ajaran agama dan hukum negara,” kata Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Fallah Rangkasbitung.

Menurut dia, orang tua juga harus mengawasi anak-anak mereka ketika mengoperasikan gadget (android), karena saat ini banyak konten-konten dakwah yang menyampaikan intoleransi juga kekerasan.

Konten media tersebut tentu sangat membahayakan kejiwaan mereka jika terus menerus mengoperasikan gadget tanpa pengawasan orang tua,terlebih saat ini pandemi COVID-19.

Selain itu juga orang tua dapat mengawasi anak-anak mereka dari pergaulan lingkungan, sebab mereka begitu mudah terpengaruh bujukan untuk melakukan tindakan terorisme melalui pergaulan itu.

Kekerasan dan tindakan terorisme yang dilakukan anak-anak diberbagai daerah di Tanah Air merupakan bukti bahwa mereka sangat mudah terpengaruh untuk menjadikan “pengantin” dan jika mati maka akan masuk surga.

“Kami minta orang tua dapat mengawasi anak-anak mereka baik dalam pergaulan maupun mengoperasikan gadget untuk menghindar paham radikalisme dan terorisme,” katanya menjelaskan.

Sementara itu, Nuri (35) sorang ibu rumah tangga warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku anak-anak mereka diberikan pengenalan untuk mencintai NKRI dan keberagamaan sejak kecil melalui menggambar dan menyanyi.

Pengenalan melalui menggambar dan menyanyi bisa teringat hingga dewasa bahwa kekerasan maupun tindakan radikalisme dan terorisme tidak dibenarkan agama Islam dan hukum negara.

“Kami menanamkan jiwa anak untuk mencintai keberagamaan, kedamaian, kasih sayang dan saling menghormati dan menghargai agar ke depan memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme,” katanya. (ary/bud)

 

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *