Bupati Hasbi Teken MoU PED 2026, Lebak Perkuat Ekosistem Bisnis Padi

Yayat - JuaraMedia
14 Okt 2026 17:57
Daerah 0 37
3 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya Teken MoU PED 2026

 

JUARAMEDIA, LEBAK – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) 2026 untuk memperkuat ekosistem bisnis komoditas padi terintegrasi.

Langkah ini melibatkan PT Lebak Niaga Perseroda dan PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Lebak Sejahtera Perseroda guna memperkuat rantai pasok beras, kemitraan usaha, serta mendorong peningkatan produktivitas dan nilai tambah bagi petani di Kabupaten Lebak.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Hotel Grand Keysha, Rangkasbitung, Rabu (14/10/2026). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem usaha pertanian yang terhubung, mulai dari petani, kelompok tani, koperasi, penggilingan padi, lembaga keuangan, hingga mitra pemasaran.

Bupati Hasbi mengatakan, melalui kesepakatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen mengambil peran aktif dalam mewujudkan ekosistem bisnis komoditas padi yang terintegrasi.

Menurutnya, komitmen itu akan ditindaklanjuti melalui langkah konkret, terutama dalam membangun tata kelola dan kelembagaan bisnis padi serta mendorong pola kerja sama yang jelas di antara para pelaku usaha.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara petani, kelompok tani, koperasi, badan usaha milik daerah (BUMD), penggilingan padi, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan mitra pemasaran.

“Komitmen tersebut akan kita tindak lanjuti melalui langkah-langkah konkret, di antaranya membangun tata kelola dan kelembagaan ekosistem bisnis padi dengan mendorong pola kerja sama yang jelas,” demikian disampaikan Bupati Hasbi dalam kegiatan tersebut.

Selain memperkuat kelembagaan dan kemitraan usaha, Pemkab Lebak juga akan mendorong sinergi dengan lembaga perbankan, lembaga pembiayaan, dunia usaha, serta mitra investasi.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan usaha secara sehat, terukur, dan sesuai dengan kelayakan usaha.

Keterlibatan lembaga keuangan diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha dalam rantai pasok komoditas padi.

Dengan pembiayaan yang tepat dan kemitraan yang jelas, pelaku usaha pertanian diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya.

Meski demikian, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan, termasuk kemudahan akses pembiayaan, kepastian pemasaran hasil panen, dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan petani.

Program PED Komoditas Padi Terintegrasi 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat koordinasi antarlembaga, tetapi juga memberikan dampak terhadap perkembangan sektor pertanian dan perekonomian masyarakat Kabupaten Lebak.

Melalui penguatan rantai pasok dan kemitraan antarpelaku usaha, program ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat posisi petani dalam ekosistem bisnis padi, serta menciptakan nilai tambah bagi komoditas beras.

Karena itu, pelaksanaan program perlu didukung pembagian peran yang jelas, mekanisme kerja sama yang terukur, dan evaluasi berkala agar tujuan pengembangan ekonomi daerah dapat tercapai.

Manfaat nyata bagi petani menjadi salah satu aspek penting dalam mengukur keberhasilan program tersebut, terutama terkait akses pembiayaan, efisiensi distribusi, kepastian pemasaran, dan peningkatan pendapatan.

Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten beserta jajaran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, staf ahli bupati, para pimpinan perbankan, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan, pimpinan Representative Office PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Serang, Direktur PT Lebak Niaga Perseroda, serta pimpinan BPR Lebak.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Lebak berharap pengembangan komoditas padi dapat berjalan lebih terintegrasi dan menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat kemitraan antara sektor pertanian, dunia usaha, dan lembaga keuangan. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi