Caption : KH Ikhwan Hadiyyin ketiga dari kiri dalam acara IMPSC
JUARAMEDIA, LEBAK – Pondok Pesantren Modern (PPM) Darel Azhar Rangkasbitung, Banten, kembali menorehkan sejarah emas. Para santrinya berhasil keluar sebagai Grand Champion pada ajang bergengsi International Muslim Pencak Silat Championship (IMPSC) 2025 di Tangerang, 16-19 September
Tak tanggung-tanggung, tim Darel Azhar memborong 189 medali sekaligus:
38 Emas
50 Perak
101 Perunggu
Prestasi ini sekaligus menegaskan tradisi panjang pesantren dalam menjadikan Pramuka dan Pencak Silat bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan identitas pendidikan karakter khas Darel Azhar.
“Silat Bukan Sekadar Jurus, Tapi Jalan Hidup Santri”
Pimpinan Pondok Modern Darel Azhar, KH Ikhwan Hadiyyin, menegaskan kemenangan besar ini adalah buah dari pendidikan karakter yang konsisten:
“Alhamdulillāh, prestasi ini adalah karunia Allah sekaligus amanah besar. Santri kami tidak hanya belajar jurus bertarung, tetapi juga akhlak, sportivitas, dan etika. Inilah yang menjadikan mereka pesilat tangguh sekaligus ksatria,” ujarnya di Rangkasbitung, Senin (21/9/2025)

KH Ikhwan juga menekankan bahwa Pramuka dan Silat adalah muatan lokal wajib sejak awal berdirinya pesantren, Pramuka, sambung Ikhwan wajib sepanjang masa pendidikan santri begitu pula Silat wajib minimal dua tahun pertama, mayoritas berlanjut hingga lulus
Rekor Dunia & Kisah Heroik
Ajang IMPSC 2025 diikuti lebih dari 3.500 atlet dari 11 negara dengan dukungan 500 wasit, juri, dan pelatih. Di tengah persaingan sengit itu, santri Darel Azhar tetap mampu mendominasi.
Salah satu kisah paling heroik datang dari Ustadz Reza Hakiki.
10 tahun lalu, saat masih santri, ia dinobatkan sebagai pesilat terbaik remaja pada Tasyakkuran 90 Tahun Gontor.
Kini, di IMPSC 2025, ia kembali meraih gelar Pesilat Terbaik tingkat dewasa, meski sempat cedera bibir di semifinal melawan atlet TNI-AD.
Dengan teknik matang dan jiwa tenang, Reza menaklukkan lawan dari UIN Jakarta di partai final. “Ketekunan dan kesabaranlah yang membuahkan hasil,” ujar KH Ikhwan.
Filosofi Pendidikan Khas Darel Azhar
Menurut KH Ikhwan, Tradisi Pramuka dan Silat di Darel Azhar berakar dari pesan Trimurti Gontor
“Pendidikan harus mencetak kader yang kuat jasmani, bersih jiwa, dan luas pandangan.” katanya
KH Ikhwan menambahkan, Santri bukan hanya calon ulama, tetapi juga calon pemimpin bangsa. Kami ingin mencetak generasi Muslim yang sehat jasmani, matang ruhani, cerdas akal, dan berwawasan global.
Bukan Hanya Juara di Arena, Tapi Juga Juara Kehidupan
Menariknya, meski ribuan santri berlatih silat, hampir tidak pernah ada insiden negatif. Hal ini karena setiap latihan selalu ditanamkan nilai iman, akhlak, dan sportivitas.
KH Ikhwan menutup dengan pesan:
“Prestasi ini jangan membuat kita jumawa. Justru harus jadi momentum untuk lebih rendah hati, bersyukur, dan terus berbenah. Semoga para santri ini kelak menjadi pemimpin masa depan, pejuang Indonesia Emas 2045.” (jm)
admin