Cari Solusi Penanganan Sampah, Bupati Hasbi Jajaki Kerja Sama dengan Spanyol

Yayat - JuaraMedia
2 Okt 2026 19:00
Daerah 0 79
4 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya Bersama Mitra Pengelola Sampah dari Spanyol

JUARAMEDIA, JAKARTA – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menjajaki peluang kerja sama dengan mitra asal Spanyol untuk mencari solusi atas persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Lebak. Penjajakan tersebut dilakukan dalam pertemuan bersama 7WR ENVIRO dari Spanyol dan iCrema Global Kreasi di Kedutaan Besar Spanyol, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk membuka peluang kolaborasi internasional, khususnya dalam mengembangkan teknologi dan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, pihak 7WR ENVIRO menyampaikan pengalaman serta pendekatan teknologi pengelolaan sampah yang berpotensi menjadi referensi bagi Kabupaten Lebak.

Berbagai tantangan yang dihadapi daerah dalam menangani persoalan sampah juga menjadi salah satu pembahasan utama.

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan, komunikasi dengan mitra yang memiliki pengalaman di bidang lingkungan diperlukan untuk menggali berbagai inovasi dan alternatif solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan pengelolaan sampah sekaligus melihat peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hasbi.

Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proses pengangkutan dan pembuangan. Diperlukan sistem pengelolaan terpadu yang mencakup pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, pengolahan, hingga penanganan residu.

Karena itu, Pemkab Lebak membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra internasional, untuk mempelajari teknologi dan sistem yang memungkinkan diterapkan sesuai dengan karakteristik wilayah.

Meski demikian, Hasbi menegaskan bahwa penjajakan dengan mitra dari Spanyol tersebut masih berada pada tahap awal dan belum menjadi kesepakatan kerja sama final.

Pemkab Lebak masih perlu mengkaji berbagai aspek, mulai dari kesesuaian teknologi, kesiapan infrastruktur, kebutuhan pembiayaan, hingga keberlanjutan operasional agar penerapannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan melalui komunikasi dan kerja sama multipihak dapat ditemukan pendekatan yang tepat dan dapat diterapkan secara bertahap,” ujarnya.

Selain menjajaki peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah, pertemuan di Kedutaan Besar Spanyol tersebut juga dimanfaatkan Bupati Hasbi untuk memperkenalkan Tenun Baduy sebagai salah satu produk unggulan dan identitas budaya Kabupaten Lebak.

Pengenalan Tenun Baduy menjadi bagian dari upaya Pemkab Lebak memperluas promosi produk lokal agar semakin dikenal, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga berpeluang menembus pasar mancanegara.

Hasbi berharap, promosi melalui forum internasional dapat membuka kesempatan lebih luas bagi produk kerajinan masyarakat Baduy untuk dikenal oleh masyarakat global.

“Pengenalan Tenun Baduy merupakan salah satu upaya agar produk khas daerah semakin dikenal dan diminati di mancanegara,” ungkap Hasbi.

Menurutnya, perluasan promosi produk lokal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pengrajin, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Tenun Baduy merupakan produk kerajinan tradisional yang memiliki nilai budaya dan diwariskan secara turun-temurun. Potensi tersebut menjadi salah satu kekayaan lokal Kabupaten Lebak yang dapat dikembangkan melalui promosi dengan tetap menghormati tradisi dan kearifan masyarakat Baduy.

Penjajakan dengan mitra Spanyol tersebut memperlihatkan upaya Pemkab Lebak dalam membuka komunikasi internasional untuk mendukung pembangunan daerah, baik di bidang lingkungan maupun pengembangan ekonomi kreatif.

Di sektor lingkungan, peluang penerapan teknologi pengelolaan sampah masih membutuhkan kajian teknis dan perencanaan yang matang. Hal ini diperlukan agar teknologi yang nantinya dipilih sesuai dengan volume dan karakteristik sampah, kemampuan anggaran, serta kondisi infrastruktur di Kabupaten Lebak.

Sementara itu, di sektor ekonomi kreatif, promosi Tenun Baduy diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan peluang usaha para pengrajin lokal.

Pemkab Lebak perlu memastikan bahwa setiap peluang kolaborasi yang dijajaki dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pertemuan bersama 7WR ENVIRO dan iCrema Global Kreasi di Kedutaan Besar Spanyol tersebut menjadi tahap awal dalam membangun komunikasi dan mengidentifikasi potensi kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan.

Dengan demikian, penjajakan ini diharapkan tidak hanya membuka peluang inovasi pengelolaan sampah, tetapi juga memperluas pengenalan potensi budaya dan produk unggulan Kabupaten Lebak di tingkat internasional. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi