Dump Truk Bintonik Diduga Rusak Jalan Desa, Warga Sukajaya Lebak Ngamuk: Motor Selip, Anak Sekolah Terancam

Yayat - JuaraMedia
4 Mar 2026 20:10
2 menit membaca

Caption : Warga Protes Jalan Desa Sukajaya Rusak dan Becek

JUARAMEDIA,LEBAK – Warga Kampung Sintalwangi, Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mengeluhkan kondisi jalan poros desa yang rusak parah hingga berubah menjadi kubangan lumpur. Kerusakan itu diduga akibat lalu lalang dump truk pengangkut material bintonik yang disebut-sebut milik seorang pengusaha berinisial H. Badar.

Keluhan warga memuncak setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan pengendara sepeda motor kesulitan melintas akibat jalan licin, berlubang, dan becek. Dalam video tersebut, terdengar suara warga meluapkan kekesalan atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan.

“Huu… jalan jajadug (becek). Penting-penting geh kudu bae operasi, dasar serakah,” ujar seorang warga dalam rekaman video yang beredar luas.

Informasi yang dihimpun JUARAMEDIA, dump truk tersebut mengangkut material bintonik yang diduga digunakan sebagai bahan dasar minyak. Armada bertonase besar itu melintas di Jalan Sintalwangi, Desa Sukajaya, menuju lokasi aktivitas bintonik di wilayah Desa Paja, Kecamatan Sajira.

Warga menduga aktivitas angkutan material tersebut belum mengantongi izin lingkungan. Selain merusak infrastruktur desa, operasional kendaraan berat itu dinilai mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

“Kalau hujan tambah parah. Motor sering selip, anak sekolah juga kasihan,” kata Humaedi, warga setempat, Selasa (4/2/2026).

Jalan poros Desa Sukajaya merupakan akses vital penghubung antar-kampung sekaligus jalur utama aktivitas ekonomi dan pendidikan warga. Kerusakan jalan membuat mobilitas masyarakat terganggu dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Sejumlah warga mendesak pemerintah desa dan dinas terkait di Kabupaten Lebak segera turun tangan untuk mengecek legalitas izin usaha, serta mengevaluasi dampak lingkungan dari aktivitas angkutan material bintonik tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengusaha yang disebut dalam keluhan warga belum memberikan klarifikasi resmi. JUARAMEDIA masih berupaya menghubungi pihak terkait guna memperoleh konfirmasi dan keberimbangan informasi.

Warga berharap ada penertiban tegas terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di jalan desa tanpa pengawasan, serta perbaikan jalan yang rusak akibat aktivitas angkutan material.

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan izin lingkungan dan pengendalian aktivitas usaha di wilayah pedesaan Kabupaten Lebak agar tidak merugikan masyarakat. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi