Bangkitkan Ekonomi Desa, FKKM Fasilitasi KTH Mulya Sari Cilangkap Tanam Pohon di Kawasan Perhutanan Sosial

Yayat - JuaraMedia
20 Jan 2026 11:49
Daerah 0 165
2 menit membaca

Caption : KTH Mulya Sari melaksanakan Kegiatan Penanaman Pohon

JUARAMEDIA, LEBAK – Upaya membangkitkan ekonomi desa melalui pengelolaan hutan berkelanjutan mulai digerakkan di Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten. Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) memfasilitasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Mulya Sari melaksanakan penanaman pohon di kawasan Perhutanan Sosial sebagai langkah awal membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Kegiatan penanaman perdana, Selasa (20/1/2026) ini menjadi tonggak penting bagi KTH Mulya Sari dalam mengelola lahan Perhutanan Sosial seluas 207,28 hektare. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui skema agroforestry dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

FKKM menilai, pendekatan perhutanan sosial mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian hutan. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, pengelolaan kawasan hutan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun ekonomis.

Saat ini, KTH Mulya Sari telah memiliki persemaian mandiri yang memproduksi berbagai jenis bibit, termasuk kopi. Bibit tersebut diperoleh melalui dukungan The Asia Foundation (TAF) dan FKKM, yang akan ditanam di kawasan Perhutanan Sosial sebagai bagian dari program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).

Penanaman perdana ini juga dirangkaikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok, mulai dari penguatan kelembagaan, tata kelola kawasan, hingga pengembangan usaha berbasis hasil hutan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem.

Fiva Jabreno , Kepala Cabang Dinas (KCD) KLH Wilayah Lebak–Tangerang, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan KTH Mulya Sari.

Menurutnya, program tersebut merupakan contoh konkret bagaimana hutan dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar kegiatan tanam pohon, tapi langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi warga. Kami sangat mendukung inisiatif seperti ini karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Fiva.

Ia menambahkan, sinergi antara kelompok tani hutan, lembaga pendamping, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan program perhutanan sosial. Dengan kolaborasi yang kuat, kawasan hutan tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan penanaman ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendamping dan instansi terkait. FKKM juga mengundang Kepala Balai Perhutanan Sosial Bogor untuk hadir sebagai bentuk dukungan terhadap program penguatan hutan sosial di Kabupaten Lebak.

Melalui program ini, KTH Mulya Sari berharap pengelolaan hutan berbasis masyarakat dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Dengan memanfaatkan potensi lokal, warga tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga membangun masa depan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi