Oplus_131072Caption : Kadis Pendidikan Lebak, Dodi Irawan saat memaparkan materi pada acara Workshop
JUARAMEDIA, LEBAK — Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat Kabupaten Lebak masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah. Data terbaru menunjukkan, RLS Lebak masih berada di bawah rata-rata provinsi, menandakan masih banyak warga yang belum menuntaskan pendidikan dasar hingga menengah.
Kondisi ini terungkap dalam paparan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak terkait evaluasi dan strategi peningkatan mutu pendidikan pada acara Workshop ” Pembelajaran Mendalam” di Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Selasa (16/12/2025)
Rendahnya RLS disebut menjadi indikator kuat adanya tantangan struktural dalam akses, keberlanjutan, dan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Dodi Irawan menyebutkan, faktor ekonomi, kondisi geografis, serta minimnya kesadaran pendidikan di sejumlah wilayah menjadi penyebab utama rendahnya angka RLS dan Harapan Lama Sekolah (HLS).
“Masih ditemukan anak putus sekolah, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan penyangga. Ini berdampak langsung terhadap RLS dan kualitas sumber daya manusia Lebak,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2020–2025, RLS Kabupaten Lebak memang menunjukkan tren meningkat, namun kenaikannya masih tergolong lambat. Hal serupa terjadi pada HLS yang belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan akses pendidikan.
Sebagai respons, Pemkab Lebak melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan sejumlah strategi penuntasan RLS. Di antaranya penguatan pendidikan kesetaraan melalui PKBM, perluasan akses pendidikan nonformal, serta optimalisasi program Kejar Paket A, B, dan C bagi warga putus sekolah.
Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong peningkatan partisipasi sekolah melalui kebijakan afirmatif, termasuk bantuan pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah desa dan lembaga sosial.
“Penuntasan RLS tidak bisa hanya mengandalkan sekolah formal. Perlu pendekatan sosial dan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Selain strategi jangka pendek, Disdik Lebak juga memfokuskan peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, serta transformasi pembelajaran berbasis karakter. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing generasi muda Lebak ke depan.
Pemerintah daerah menargetkan peningkatan signifikan RLS dan HLS dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. (*)