Oplus_131072Caption : Deni Subhani Ketua PGIN Banten
JUARAMEDIA, PANDEGLANG — Ketua Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Banten, Deni Subhani M.Pd.I, menyambut baik langkah Kepala Kemenag Pandeglang, Lukmanul Hakim, yang telah menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang sempat menuai reaksi keras dari kalangan guru madrasah swasta.
Namun demikian, Deni menilai permintaan maaf melalui media sosial belum cukup, dan mengusulkan agar dilakukan pertemuan langsung sebagai bentuk tabayun dan silaturahmi.
Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu (1/11/2025), Deni Subhani menilai langkah Kepala Kemenag meminta maaf merupakan sikap positif dan patut diapresiasi.
“Kami mengapresiasi permintaan maaf Kepala Kemenag Pandeglang. Itu langkah baik dan menunjukkan tanggung jawab moral sebagai pejabat publik,” ujarnya.
Kendati demikian, Deni menegaskan perlunya langkah lanjutan berupa dialog terbuka dengan para guru madrasah swasta di Pandeglang agar tidak ada kesalahpahaman yang berkepanjangan.
“Sebaiknya, sebagai bentuk tabayun, Pak Kepala Kemenag bisa bertemu langsung dan bersilaturahmi dengan para guru atau koordinator aksi. Tidak hanya meminta maaf di media sosial saja,” tegasnya.
Menurutnya, komunikasi dua arah dan tatap muka akan lebih efektif dalam membangun kembali kepercayaan antara Kemenag dan para pendidik madrasah.
“Pertemuan langsung akan memperkuat komunikasi dan memperjelas duduk persoalan yang sebenarnya. Ini penting untuk menjaga marwah lembaga dan soliditas para guru madrasah,” tambah Deni.
Sebelumnya, pernyataan Kepala Kemenag Pandeglang yang menyebut aksi guru madrasah sebagai kegiatan “membuat repot pemerintah” menimbulkan kecaman dari berbagai organisasi guru di Banten.
Ucapan tersebut dianggap menyinggung perjuangan para guru madrasah swasta yang tengah memperjuangkan kesetaraan hak sebagai pendidik anak bangsa. (*)