Siswa Mogok Sekolah, Spanduk “Kepsek Mundur!” Membentang di Gerbang SMAN 1 Cimarga 

Yayat - JuaraMedia
13 Okt 2025 07:35
2 menit membaca

Caption : Spanduk “ Penolakan Kepsek ! ” Membentang di Gerbang SMAN 1 Cimarga 

JUARAMEDIA, LEBAK – Suasana di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, mendadak tidak seperti biasanya pada Senin (13/10/2025). Jika setiap Senin biasanya gerbang sekolah dipadati siswa yang bersiap mengikuti apel bendera, kali ini justru tampak lengang. Tak satu pun siswa terlihat masuk melalui gerbang utama.

Sebaliknya, sebuah spanduk besar terbentang di depan sekolah bertuliskan: “Kami Tidak Akan Sekolah Sebelum Kepsek Dilengserkan.” Tidak diketahui secara pasti siapa yang memasang spanduk tersebut, namun keberadaannya langsung menarik perhatian publik.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para siswa menolak masuk sekolah sebagai bentuk protes terhadap Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitriah, yang diduga melakukan kekerasan (penamparan) terhadap salah satu siswa kelas XII-1.

Aksi ini disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah yang dinilai arogan, tidak adil, dan menimbulkan keresahan di lingkungan belajar.

“Kami tidak akan masuk kelas sebelum kepsek diganti. Kami ingin sekolah tenang dan nyaman,” ujar salah satu siswa yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mogok tersebut. Namun, situasi di sekolah masih dipantau oleh pengawas dan pihak Dinas Pendidikan untuk mencari solusi terbaik.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitriah, dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan terhadap siswa bernama Indra Lutfiana Putra.

Dalam sebuah video klarifikasi yang beredar, Dini mengakui telah menampar siswanya tersebut. Namun, ia menegaskan tamparan itu dilakukan secara spontan (refleks) dan tidak keras.

“Betul saya tampar, tapi tidak keras, dan itu refleks karena Indra tidak mau mengaku merokok,” ujar Dini dalam video yang beredar

Dini menjelaskan, kejadian bermula saat ia memergoki Indra sedang merokok di area sekolah. Saat ditegur, siswa itu langsung membuang rokok yang masih diisap dan tidak mengakui perbuatannya.

Selain menampar, Dini juga mengaku mengetuk bagian pinggang siswa tersebut, namun membantah telah menendang seperti yang ramai diberitakan.

Penulis: Yaris

Editor: Yayat Rismunadi | JUARAMEDIA

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi