Seba Baduy, Bupati Hasbi Sebut Warisan Budaya yang Unik dan Syarat Makna 

admin
3 Mei 2025 04:29
Seba Baduy 0 100
2 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya pada acara Seba Baduy, di Pendopo Pemkab Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Seba Baduy, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengaku bangga menjadi bagian dari tradisi Seba Baduy. Karena tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya yang unik dan syarat makna.

” Kita harus bangga bisa jadi bagian dari tradisi Seba Baduy ini, sebab dengan adanya tradisi tersebut bisa hadir pula pemerintah pusat, DPR-RI,Kementerian, Rady Sumedang larang, dan ini  membuktikan suatu kekeluargaan Banten dan Jawa Barat bersatu, untuk saling membantu & tolong menolong” Ucap Hasbi dalam sambutanya ketika menerima rombongan warga Baduy pada acara Seba di Pendopo, Jumat (2/5/2025) malam.

Pada kesempatan ini, Bupati Hasbi juga  mengutip pepatah masyarakat Baduy

“Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak” yang berarti “Gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dirusak”. Pesan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghormati lingkungan.

” Pesan ini juga menjadi bagian dari pikukuh, yaitu aturan hidup yang diwariskan leluhur masyarakat Baduy.

Agar dapat dirasakan oleh generasi penerus,serta alamnya tetap lestari untuk dinikmati anak cucu di masa depan” imbuh Bupati Hasbi.

Senada dikatakan , Jaro Saidi Putra sperwakilan masyarakat Baduy. Menurutnya,  bahwa Seba ini untuk mengingatkan kepada pemerintah dan semua masyarakat dalam rangka bersama sama menjaga dan melestarikan alam, untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat dan generasi penerus dimasa depan.

” Gunung teu menangdilebur, Lebak teu menang di rusak, buyut teumenang dirobah”. Ucap Jaro Saidi

Diketahui, Seba Baduy merupakan prosesi adat masyarakat Baduy dalam dan Baduy dalam rangka bersilaturahmi dan menyerahkan hasil bumi kepada PemerintahKabupaten Lebak sebagai ungkapan syukur atas panen melimpah, setelah sebelumnyamenjalani Kawalu dan Seren Taun (Ngalaksa). Mereka masyarakat Baduy Luar dan Dalam ini berjalan kaki dari desa Kanekes menuju Kantor Pemerintahan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.

Prosesi ritual Seba Baduy ini berlangsung dengan khidmat dan ikuti oleh sekitar 2000 peserta serta  disaksikan langsung oleh Deputi Pengembangan Destinasi & Infrastruktur Kemenparekraf RI, Perwakilan DPR RI,Forkopimda, Radya Sumedang Larang dan tamu undangan lainnya.

Bahkan,  Seba Baduy juga masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KeN) 2025 dari Kemenparekraf.

Setelah melaksanakan Seba dengan Bapak Gede di pendopo KabupatenLebak, pada esok hari 3 Mei 2025 masyarakat Baduy melanjutkan perjalanannya ke Provinsi Banten untuk melaksanakan seba kepadajajaran Pemerintah Provinsi Banten. (jm)

 

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya