Dana Bos SMKN 2 Rangkasbitung Disoal, Begini Penjelasan Kepsek 

Yayat - JuaraMedia
19 Nov 2024 20:09
Lebak 0 118
2 menit membaca

Caption : Ilustrasi Dana Bos 

JUARAMEDIA, LEBAK – Dana Bos SMKN 2 Rangkasbitung Disoal. Pasalnya, penyusunan Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) dan Rencana Anggaran Penggunaan Biaya Sekolah (RAPBS) dilakukan oleh perorangan. Selain itu, laporannya yang disusun oleh bendahara sekolah diduga banyak yang fiktif.

” Yang saya tau penggunaaanya tak sepenuhnya sesuai dengan RAKS dan RAPBS” ujar  sumber media ini, di Rangkasbitung, Selasa (19/11/ 2024).

” Dana bos juga kebanyakan digunakan untuk kegiatan infrastruktur, tidak diimbangi mutu SDM siswa. Seperti fasilitas kegiatan siswa, sarana dan prasarana siswa, alat pendukung olah raga, jarang dibelanjakan, bahkan guru Mapel beli sendiri” imbuh sumber media ini.

Umumnya kata sumber media ini, pengelola dana bos bagaimana caranya merekayasa laporan demi untuk memperkaya pribadi

”  Hampir semua sekolah dalam pengelolaannya , termasuk SMKN 2 Rangkasbitung, tidak transfaran informasi infut dan outputnya ” katanya.

Karena itu, kata sumber media ini, Ia mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan dana bos SMKN 2 tersebut.

” Besar lho! dana Bos untuk SLTA, belum ada dari Bos daerahnya, kalau tidak salah per siswanya 1,6 juta, tinggal dikali saja dengan banyak jumlah siswa di SMKN 2 Rangkasbitung. Yang pasti setiap bos  cair itu, nilainya miliayaran” kata Sumber Media ini.

Sementara itu, Sukarno Kepsek SMKN 2 Rangkasbitung membantah pengelolaan dana Bos disekolah menyimpang dari aturan.

” Yang pasti kita gunakan sesuai aturan dan peruntukannya, untuk kegiatan anak anak di sekolah, pembelian atk dan rehab rehab ringan, untuk dana bos sendiri besarannya persiswa Rp 1,6 juta x 1500 siswa.” Kilah Sukarno kepada awak media.

Dana sebesar itu, kata Sukarno, dinilainya masih kurang. Sebab, pihaknya  sering kedatangan wartawan dan LSM serta lembaga lainnya.

” Sehari dirata-ratakan ada 6 orang yang datang, terus dari mana anggaranya?, pernah ada yang saya kasih 25 ribu, eh malah ngedumel” tuturnya

” Gaji saya Rp 4,6 jt, tukin Rp 14 juta, ya paling kebagian Rp 7 jutaan, sisanya bagi – bagi ke rekan – rekan yang datang” kata Sukarno.

Sukarno juga membantah dana Bos disekolahnya mengalir ke guru atau kepala sekolah.

” Yang pasti, dana bos itu semuanya untuk kegiatan anak anak di sekolah dan rehab ringan,segitu juga masih kurang.” pungkasnya. (jm)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi