Yayasan Pendidikan Al Qudwah Lebak Gelar Pelatihan E-learningQu

Yayat - JuaraMedia
11 Jun 2020 03:29
2 menit membaca

Yayasan Pendidikan Al Qudwah Lebak Gelar Pelatihan E-learningQu

 

JUARAMEDIA LEBAK – Yayasan pendidikan Al Qudwah yang menyelenggarakan sekolah taman kanak-kanak, SD, SMP dan SMA di Kabupaten Lebak menggelar pelatihan E-learningQu guna mempersiapkan pembelajaran daring secara online.

“Kami hari ini menggelar pelatihan E-learningQu itu sebanyak 20 tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (administrasi),” kata Kabid keuangan dan Aset Yayasan Pendidikan Al Qudwah Kabupaten Lebak H Nurjaya saat ditemui di Lebak, Kamis (11/06/2020).

Pelatihan E-learningQu tersebut dilakukan secara bertahap untuk mempersiapkan pembelajaran secara online sehubungan adanya pandemi COVID-19.

Dimana tenaga pendidik juga tenaga kependidikan harus menguasai metode pembelajaran berbasis multimedia.

Selama ini, kata dia, kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas ditiadakan guna mencegah penyebaran virus Corona.

Karena itu, pembelajaran akan diterapkan dengan sistem daring secara online dan tidak langsung bertatapmuka dengan siswa.

“Kami berharap bahan ajar multimedia itu dapat dipahami juga guru dan peserta lebih kreatif, inovatif juga komunikatif,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, pembelajaran E-learning itu dilaksanakan sesuai jadwal belajar pada Juli 2020 mulai jenjang TK,SD,SMP dan SMA.

Selama ini, pihaknya mengapresiasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mengikuti pelatihan E-learning itu mampu mengoperasikan aplikasi teknologi komputer internet.

Mereka guru bisa membuat aplikasi pembelajaran secara online dan ofline dengan memberikan tugas pembelajaran kepada siswa lewat teknologi komputer tersebut.

Pembelajaran melalui E-learning akan mendorong tumbuhnya motivasi belajar para siswa, karena bisa menyenangkan menggunakan teknologi komputer internet secara online.

“Pembelajaran E-learning dapat memperkuat model belajar dengan pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan ditengah pandemi COVID-19 itu,” katanya.

Sementara itu, Apri, seorang instuktur mengatakan pelatihan pembelajaran E-learning tersebut diharapkan guru dan tenaga administrasi dapat mengoperasikan teknologi komputer internet secara online.

Selama ini, pemerintah melarang KBM di kelas sehubungan pandemi COVID-19, sehingga diperlukan pembelajaran secara online dengan bahan ajar menggunakan multi media.

“Saya kira pembelajaran E-learning itu menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self-learning materials) dan bisa disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa jika diperlukannya,” katanya. (ary/bud)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *