
65.794 Terdampak Covid-19 Segera Dapat Bantuan Tunai dari Kemensos
JUARAMEDIA.COM SERANG – Sebanyak 65.794 dari total 110.015 kepala keluarga di Kabupaten Serang yang terdampak COVID-19 mulai menerima bantuan sosial (bansos) tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Serang, Rabu, mengatakan PT Pos Indonesia sudah mengirimkan surat tembusan kepada Dinsos Kabupaten Serang perihal pencairan bansos tunai Kemensos yang mulai dicairkan pada Rabu.
“Tahap awal untuk warga Kecamatan Anyer dan Kramatwatu. Ini bertahap, untuk kecamatan lain mudah-mudahan lancar,” katanya saat meninjau Posko Relawan Desa Ciomas, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.
Tatu menjelaskan setiap KK mendapatkan Rp600 ribu bansos tunai Kemensos untuk tiga bulan ke depan, sedangkan bantuan dari Pemprov Banten diperuntukan 56.100 KK dengan nilai Rp500,000/KK untuk tiga bulan.
“Semua bantuan saat ini sedang berjalan, bertahap penyalurannya. Pemkab Serang sudah menurunkan tahap pertama. Kita fokus sembako,” kata dia.
Terkait dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) atau karyawan yang dirumahkan, kata dia, hal itu merupakan salah satu yang harus mendapatkan bantuan.
Oleh karena itu, ia meminta para kepala desa (kades) se-Kabupaten Serang lebih detail lagi mendata warga yang benar-benar terdampak COVID-19.
“Urutan bantuan harus jelas, jangan sampai tumpang tindih. Warga yang tidak terakomodir bantuan pusat, maka ada bantuan provinsi. Yang belum terakomodir pusat dan provinsi, nanti ada bantuan Pemkab Serang dan Dana Desa,” ujarnya.
Sekretaris Dinsos Kabupaten Serang Sri Rahayu menambahkan jadwal penyaluran bantuan antara pusat dan provinsi tidak sama. Untuk bansos tunai Kemensos disalurkan melalui Kantor Pos dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Pihaknya memastikan data penerima bantuan tidak akan tumpang tindih karena melalui sistem nomor induk kependudukan (NIK).
“Total bantuan Kemensos itu 110.015 KK. Melalui Kantor Pos ini tahap pertama. Tahap selanjutnya melalui bank yang tergabung dalam Himbara,” ujar Sri.
Ia meminta para kepala desa memberikan pemahaman kepada masyarakat soal sistem penyaluran bantuan itu.
“Sebab antara satu warga dengan warga yang lainnya belum tentu sama waktu pengambilannya. Semua bertahap,” ujarnya. (dni/bud)
Tidak ada komentar