Foto : Pelatihan Tata Rias Pengantin dan Menjahit
Reporter : Ade | Editor : Budy
LEBAK – Sebanyak 30 peserta pelatihan tata boga dan menjahit yang diselenggarakan di LKP Rita, selesai dilaksanakan, Senin (11/11/19).
Sebelumnya puluhan peserta pelatihan dengan Program Pendidikan Kecakapan Wirausahaan (PKW) jenis keterampilan tata rias pengantin tersebut kerja sama antara Lembaga LKP Rita dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2019.
Selama kurang lebih 1 bulan atau sebanyak 150 jam melaksanakan pelatihan tersebut bertempat, di Kampung Jaura, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak, Banten.
Kegiatan PKW ini tiada lain mendidik para peserta untuk bisa memiliki keterampilan dalam program pendidikan kecakapan wirausaha yang kerjasama antara kementrian pendidikan dan kebudayaan sengan forum komunikasi antara masyarakat peduli pembangunan Banten Kabupaten Lebak, dengan tujuan untuk mengentaskan angka kemiskinan dan pengangguran yang di harapkan dapat menurun dari tahun ke tahun di Lebak.
“Program PKW ini ada beberapa jenis keterampilan sesuai pilihan dari pada penyelenggara program, ada tata rias pengantin, ada tata kecantikan rambut, tata boga dan lain lain,” terang Irawan Kepala Bidang (Kabid) Paud dan PMF pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, kepada media di sela sela kegiatan penutupan pelatihan tersebut.
Pelatihan ini, kata Irawan adalah pilihan masing masing peserta sesuai dengan kesiapan pengelola kegiatan.
“Kegiatan PKW ini yang di selenggarakan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pembangunan Banten ini mengambil jenis keterampilan menjahit tata busana,” katanya
Lanjut Irawan, dalam hal ini adalah acara penutupan pelatihan langsung selama 150 jam sekitar satu bulan lebih. Pada akhir program kegiatan PKW ini sesuai jenis keterampilan peserta didik di berikan bahan dan alat alat keterampilan contoh soal Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Pembangunan Banten (FKMPBB) di berikan alat keterampilan berupa mesin jahit.
“Harapannya dari Dinas Pendidikan selaku pembina dari beberapa LKP yang ada di Lebak, melalui program ini peserta didik setelah diberikan bekal pengetahuan tampilan dan sikap wirausaha dapat berkembang, membangun wirausaha sendiri juga bisa berinovasi sehingga atau output ini dapat tetads oleh peserta didik,” ujarnya.
Sementara Ateng Bachtiar selaku penyelenggara kegiatan pelatihan kegiatan program Tata Boga dan menjahit mengatakan, dengan di selenggarakannya kegiatan pelatihan ini bisa membantu Pemerintah Daerah dalam hal pengentasan angka pengangguran dan mengembangkan ilmu yang selama satu bulan ditekuninya dan bisa meningkatkan kesejahteraan taraf hidup yang lebih baik.
Pihaknya meminta pada Pemerintah Daerah atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak agar terus mendorong program ini, bisa dijadikan lahan untuk meningkatkan penghasilan perekonomian tarap hidup bagi para peserta LKP LKP di Kabupaten Lebak.
“Para peserta pelatihan akan di berikan bantuan berupa peralatan sesuai bidang masing,masing yang jadi pilihannya,” pungkasnya.
Redaksi - JuaraMedia
Tidak ada komentar