
Foto : Ketua DPRD Kabupaten Lebak Didin Nurohmat
Penulis : Ade | Editor : Yaris
LEBAK – Ketua DPRD Kabupaten Lebak Didin Nurohmat menugaskan komisi III DPRD setempat untuk segera turun kelapangan. Menyusul adanya sejumlah murid SDN 2 Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar melakukan aktivitas KBM nya numpang dimadrasah dan menggelar karpet di lantai.
“Insya Allah besok (hari ini-red) komisi lll akan melakukan sidak atau mengunjungi SDN 2 Pasir Kupa, untuk memastikan kebenaran berita yang sudah tersiar baik di media cetak, online sampai elektronik,” Ujar Dindin, kepada awak media, Selasa (29/10).
Dikatakan Dindin, jika dalam sidak nanti kondisinya benar sesuai yang diberitakan, pihaknya akan segara memanggil pihak-pihak terkait yakni Dinas Pendidikan Lebak.
“Tentu kita akan panggil Dinas Pendidikan Lebak, untuk meminta klarifikasi, kenapa masih ada sekolah yang belajar diilantai bahkan di gedung milik Madrasah lagi,” Imbuhnya
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak, Wawan Ruswandi saat ditemui wartawan mengaku, terkait adanya siswa yang belajar dilantai akibat kekurangan ruang kelas di SDN 2 Pasir Kupa sudah mengetahui. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan lahan sekolah.
“Saya heran ko baru ribut sekarang, waktu kepala sekolah yang dulu kondusif dan tenang saja, karena walaupun numpang pihak sekolah tidak gratis menumpang di madrasah tersebut1,” katanya
Menurutnya Wawan, untuk Kabupaten Lebak saat ini masih kekurangan ruang kelas sekitar 591 kelas. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kelas-kelas gemuk atau over kapasitas serta banyaknya sekolah yang belum siap lahan untuk dibangunkan ruang kelas baru.
“Saat ini kita fokus pada pembangunan ruang kelas baru bagi sekolah yang lahannya tersedia. Ke depan nanti mungkin ada alternatifnya pembangunan ruang kelas ke atas dan kami minta bagi sekolah dalam menerima siswa melihat kemampuan kapasitas sekolah, sehingga tidak terjadi over kapasitas,” ucap Wawan.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah siswa SDN 2 Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak dalam aktivitas KBM nya menumpang di Madrasah. Bahkan tidak itu saja mereka juga belajarnya menggelar karpet di lantai. Selain itu, letak sekolah ini juga di pisahkan oleh jalan Raya menuju Kecamatan Kalanganyar dengan jarak sekitar 90 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter dari Jalan raya tersebut . Tiga lokal kelas letaknya ada di atas, tiga lokal berada di bawah jalan raya. Rombel yang ada saat ini sebanyak 13 rombel dengan jumlah siswa 324 orang ini, membuat pihak sekolah mencarikan solusi dengan cara meminta kebaikan hati pemilik madrasah untuk melaksanakan KBM SDN tersebut. Kondisi KBM menumpang ini juga diperkirakan sudah berlangsung sekitar enam tahunan.
“Bahkan tidak itu saja, untuk kegiatan upacara bendera, sementara kami tidak melakukan. Sudah empat minggu kami tak upacara, karena lapangan yang biasa kami gunakan dihalaman gedung Pos Yandu milik desa, saat ini digunakan warga untuk menyimpan material bangunan oleh warga setempat. Ya, selama lapangan ini di gunakan warga, selama itu pula dipastikan kami tidak bisa menggelar upacara bendera,” Kilah Huryati kepala SDN 2 Pasir Kupa.
Tidak ada komentar