
Caption : Ketua DPD PPRNI Kabupaten Lebak, Endang Komarudin
JUARAMEDIA, LEBAK – Aksi demo besar-besaran mengguncang RS Misi Rangkasbitung, Rabu (24/9/2025). Sekitar 70 persen karyawan, termasuk perawat dan pegawai non-medis, turun ke jalan menuntut kejelasan terkait jasa pelayanan yang sudah dua bulan tak dibagikan.
Merespons situasi ini, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPRNI) Kabupaten Lebak, Endang Komarudin menegaskan pihaknya akan segera memanggil manajemen RS Misi untuk meminta penjelasan resmi.
“Kami nanti akan memanggil manajemen rumah sakit misi untuk mencari penjelasan. Kami juga ingin tahu dulu apa sebabnya sehingga hampir 70% pegawai itu demo,” ujar Endang di Rangkasbitung, Rabu (24/9/2025)
Endang menilai, aksi yang melibatkan sebagian besar karyawan tersebut menjadi alarm serius bagi pihak manajemen rumah sakit. Apalagi, beredar kabar bahwa komunikasi antara pimpinan dan pegawai dinilai tidak sehat.
“Seorang pemimpin itu harusnya mengayomi dan mencari titik temu, bukan menambah keruh suasana,” tegasnya.
Meski begitu, Endang mengaku masih menunggu hasil klarifikasi dari pihak manajemen sebelum mengambil sikap lebih lanjut.
Aksi demo ini menjadi sorotan karena RS Misi merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Lebak. Publik pun menanti bagaimana penyelesaian konflik internal ini agar pelayanan kesehatan tidak terganggu.
Diketahui sebelumnya puluhan karyawan atau pegawai RS Misi Kabupaten Lebak, melakukan aksi demo, Rabu (24/9/2025).
Mereka menuntut, soal tunjangan Jaspel, gaji, dan terkait ucapan Direktur yang dinilai tak pantas ” Lu jual Gue Beli” (jm)