Tempat Pengolahan MBG Hamim Centre Cibadak Diduga Tak Miliki Pengelolaan Limbah 

admin
12 Sep 2025 11:00
2 menit membaca

Caption :  Armada MBG milik Yayasan Hamim Center, Desa Pasar Keong 

JUARAMEDIA, LEBAK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat kembali menuai sorotan. Pasalnya, tempat pengolahan MBG milik Yayasan Hamim Cetre di Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, diduga belum memiliki sistem pengelolaan limbah.

Pantauan di lapangan, aktivitas pengolahan bahan makanan berlangsung setiap hari. Namun, warga sekitar menilai limbah sisa makanan dan cairan tidak dikelola dengan baik sehingga berpotensi mencemari lingkungan.

“Kalau memang untuk program sosial, bagus. Tapi jangan sampai lingkungan kami jadi korban karena limbahnya dibuang sembarangan,” ungkap salah seorang warga Pasar Keong yang enggan disebutkan namanya, Jumat (12/9/2025).

Isu ketiadaan pengelolaan limbah ini memunculkan pertanyaan publik terkait kelengkapan izin operasional yayasan tersebut, terutama soal standar kesehatan dan lingkungan.

“Sepertinya semua rumah olahan MBG yang ada di Kabupaten Lebak ini belum memiliki sistem pengelolaan limbah. Padahal sesuai UU 32/2009, semua kegiatan yang menghasilkan limbah wajib melakukan pengelolaan lingkungan. Begitu juga Permen LHK No. P.75/2019 tentang pengurangan sampah dari kemasan dan makanan,” ujar warga itu.

Menurut warga, sumber limbah dari olahan MBG berasal dari sisa makanan (nasi, lauk, sayur, buah), plastik kemasan (box, gelas plastik, sendok sekali pakai), serta limbah cair dari pencucian.

“Risikonya, kalau tak dikelola bakal menimbulkan bau, kotor, dan gangguan kesehatan (lalat, tikus, penyakit). Sampah plastik menumpuk, makanan basi, dan pencemaran lingkungan jelas mengancam,” tandasnya.

Sementara itu, Juhedi, Wakil Yayasan Hamim Cetre, membenarkan bahwa rumah olahan MBG yang dikelola yayasannya saat ini belum memiliki sistem pengelolaan limbah. Meski demikian, ia menegaskan pihaknya tengah berproses untuk memenuhi hal tersebut.

“Untuk sistem pengelolaan limbahnya kita sedang proses,” kilah Juhedi. (Sarif)

 

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya