Seminar Kesehatan Dalam Rangka Penggalangan Komitmen Desa Odf dan pelantikan Forum Kabupaten Lebak Sehat (FKLS) Periode 2019-2024, di La Tansa Hall Rangkasbitung, Rabu (18/12/2019). (Foto/JM/Humas)
JUARAMEDIA COM, Lebak – Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kesehatan Lebak menggelar Seminar Kesehatan Dalam Rangka Penggalangan Komitmen Desa Odf dan pelantikan Forum Kabupaten Lebak Sehat (FKLS) Periode 2019-2024, di La Tansa Hall Rangkasbitung, Rabu (18/12/2019).
Seminar tersebut digelar guna mewujudkan Kabupaten Lebak yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni oleh penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan, diantaranya Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), peningkatan capaian Indeks Keluarga Sehat (IKS) melalui kegiatan terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah,
Bupati Lebak yang turut hadir memberikan sambutannya mengatakan peningkatan kualitas manusia indonesia untuk mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan merupakan salah satu misi pemerintahan pusat.
Sesuai Permendagri No 22 Tahun 2018, tentang penyusunan RKPD bahwa dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta peningkatan penyehatan lingkungan, maka diharapkan melalui kebijakan tersebut dapat
meningkatkan tindakan pencegahan dan
pengendalian penyakit menular dan tidak menular, yang didukung dengan meningkatnya kualitas lingkungan yang memenuhi syarat. kualitas kesehatan lingkungan.
Untuk itu menurut Bupati Lebak Pemerintah Kabupaten/Kota perlu menyelenggarakan Kabupaten/Kota sehat. dengan indikator – indikatornya sebagai berikut:
1. kawasan lalu lintas tertib dan pelayanan
transportasi
2. kawasan permukiman, sarana dan prasarana
umum
3. kawasan pertambangan sehat
4. kawasan hutan sehat
5. kawasan industri dan perkantoran sehat
6. kawasan pariwisata sehat
7. ketahanan pangan dan gizi
8. Kehidupan masyarakat mandiri
9. Kehidupan sosial yang sehat.
“Patut disyukuri bahwa di Tahun ini ada 39 Desa di Kabupaten Lebak yang telah stop buang air besar sembarangan, sehingga total desa seluruhnya 72 desa dan diharapkan pada Tahun 2024 mendatang Kabupaten Lebak seluruh desanya bisa melaksanakan stop buang air besar sembarangan dan untuk mewujudkan hal tersebut hal ini diperlukan kerjasama antar pemerintah, swasta, masyarakat,” ungkap Bupati Lebak
Terakhir, Iti mengajak seluruh aparatur pemerintah dan elemen masyarakat bersama-sama mensukseskan program Kabupaten Lebak, yakni Lebak Sehat.
Sementara itu PLT Kepala Dinas Kesehatan Lebak, Triatno Supiono juga mengatakan, lebih spesifik bahwa kegaiatan ini bermaksud untuk meningkatkan meningkatkan penggalangan komitmen dari pemegang kebijakan dari tingkat kecamatan dan tingkat desa dalam pencapaian desa ODF yang pada gilirannya akan mendorong terwujudnya desa sehat dan kecamatan sehat.
“Melalui pencapaian Desa ODF selain mewujudkan Kabupaten/Kota yang sehat juga mampu meraih apresiasi melalui penghargaan Swasti Saba Padapa Tahun 2020,” terang Triatno.
Dalam kegiatan itu pula dilangsungkan seminar kesehatan dengan mengusung tema “Peningkatan Perubahan Prilaku Hidup Bersih Dan Sehat Menuju Generasi Sehat Dan Lebak Unggul” dengan nara sumber Guru Besar dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Deklarasi bersama serta fakta intregitas yang dilakukan Bupati Lebak, para Kepala Desa, Camat, Kepala Puskesmas, Dharma Wanita Lebak, FKPP, akademisi, OPD Pemerintah Daerah Lebak serta pelantikan Forum Kabupaten Lebak Sehat (FKLS) periode 2019-2024. (JM/Bud)
Redaksi - JuaraMedia
Tidak ada komentar