PIRA Bagikan 500 Kacamata Gratis di Serang, Anak dengan Mata Minus Tinggi Jadi Perhatian

Yayat - JuaraMedia
4 Okt 2026 20:34
Kesehatan 0 34
3 menit membaca

Caption : PIRA

JUARAMEDIA, SERANG – Perempuan Indonesia Raya (PIRA) membagikan 500 kacamata gratis kepada masyarakat di Kota Serang, Banten, Minggu (4/10/2026). Kegiatan bakti sosial dalam rangka menyambut HUT ke-18 PIRA ini menjadi upaya membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, terutama mereka yang terkendala biaya pemeriksaan dan pembelian kacamata.

Kegiatan bertema “PIRA Peduli, Melihat Lebih Jelas, Melangkah Lebih Berkualitas” tersebut digelar di Link Wotgalih, Desa Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, dengan dukungan Partai Gerindra.

Ketua Umum PIRA, Novita Wijaya, mengatakan pembagian 500 kacamata gratis di Walantaka merupakan bagian dari target 1.000 kacamata yang akan disalurkan secara bertahap di sejumlah lokasi.

Menurut Novita, program tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata. Gangguan penglihatan kerap tidak terdeteksi, padahal dapat memicu sakit kepala, menurunkan konsentrasi, hingga menghambat aktivitas belajar anak.

“Kadang-kadang masyarakat tidak peka dengan kondisi matanya. Merasa pusing, ternyata matanya sudah minus, plus, atau silinder. Karena kacamata dianggap kebutuhan sekunder, pemeriksaan mata sering kali tidak menjadi prioritas,” ujar Novita.

Ia menegaskan, kegiatan sosial PIRA tidak berhenti di Kota Serang. Bersama jajaran pengurus dan organisasi PIRA di berbagai daerah, pihaknya berencana memperluas program pemeriksaan dan pembagian kacamata gratis ke seluruh Indonesia.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pra-HUT ke-18 PIRA yang jatuh pada 9 Oktober 2026, dengan puncak perayaan dijadwalkan pada 13 Oktober mendatang.

Selain pemeriksaan mata, rangkaian kegiatan sosial PIRA juga mencakup sosialisasi kanker, deteksi dini, pap smear, donor darah, hingga penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat.

Penasehat PIRA, Shinta Triastuti, menilai persoalan gangguan penglihatan perlu mendapat perhatian serius, khususnya pada anak-anak usia sekolah. Ia mencontohkan temuan anak dengan nilai akademik menurun yang ternyata mengalami gangguan penglihatan cukup berat.

“Ada anak yang nilai pelajarannya turun, ternyata setelah diperiksa minusnya sudah 8, bahkan ada yang minus 6. Inilah PIRA hadir untuk membantu masyarakat melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremonial,” ungkap Shinta.

Ia berharap program pemeriksaan dan pembagian kacamata gratis dapat diperluas hingga menjangkau ribuan bahkan puluhan ribu penerima manfaat dari Sabang sampai Merauke melalui kolaborasi dengan pengurus PIRA di tingkat provinsi.

Sementara itu, Gubernur Banten sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Andra Soni, mengapresiasi kepedulian PIRA yang dinilai turut mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurutnya, PIRA sebagai organisasi sayap perempuan Partai Gerindra memiliki peran strategis dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan.

Andra juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut lebih dari 7,2 juta warga di Provinsi Banten telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, dengan temuan yang dominan berupa hipertensi dan diabetes.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan hasil pemeriksaan kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga pola makan, dan mengatur waktu istirahat.

“Pemeriksaan mata gratis dan pemberian kacamata ini merupakan dukungan nyata bagi masyarakat. Hari ini ada 500 warga yang mendapatkan bantuan. Saya mengucapkan terima kasih kepada PIRA dan berharap kegiatan seperti ini terus diperluas,” kata Andra.

Pembukaan kegiatan bakti sosial tersebut turut dimeriahkan atraksi seni budaya debus dan pencak silat. Ketua Umum PIRA, Novita Wijaya, bersama Andra Soni juga mengikuti atraksi memukul paku besar menggunakan palu besar sebagai bagian dari rangkaian acara.

Melalui kegiatan ini, PIRA berharap akses pemeriksaan kesehatan mata semakin terbuka bagi masyarakat, sehingga gangguan penglihatan dapat diketahui lebih dini dan tidak menjadi penghambat aktivitas, pendidikan, maupun produktivitas.(sen)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi