Dinkes Lebak Apresiasi TBP, Peran Komunitas Jadi Kunci Percepatan Eliminasi TBC

Yayat - JuaraMedia
8 Okt 2026 17:35
Kesehatan 0 95
3 menit membaca

Caption : Relawan Yayasan TBP 

JUARAMEDIA, LEBAK – Upaya mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Lebak tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan.

Peran komunitas dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk menemukan kasus lebih dini, memutus penularan, sekaligus memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak yang memberikan apresiasi kepada Yayasan Tunas Banten Pratama (TBP) atas kontribusinya sebagai mitra strategis dalam program pencegahan dan penanggulangan TBC berbasis komunitas.

Dinkes Lebak menilai keterlibatan TBP memiliki peran penting, terutama dalam memperkuat upaya active case finding atau penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melalui Wasor TB, Dewi Sa’bah Wulandari, mengatakan persoalan TBC membutuhkan penanganan lintas sektor. Upaya eliminasi TBC, menurutnya, tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas kesehatan dan tenaga medis.

“Kami menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kontribusi nyata yang ditunjukkan oleh Tunas Banten Pratama. Kehadiran TBP sangat krusial, khususnya dalam penemuan kasus secara aktif atau active case finding, edukasi untuk mengikis stigma negatif di masyarakat, serta pendampingan pasien agar patuh berobat hingga sembuh total,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi berbasis komunitas menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan penanggulangan TBC.

Terlebih, masyarakat merupakan lingkungan pertama yang bersentuhan langsung dengan potensi penularan penyakit tersebut. Karena itu, edukasi, skrining, penemuan kasus dan pendampingan pasien perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Sinergi Dinkes Lebak dan TBP juga diarahkan untuk mengoptimalkan jejaring screening TBC di seluruh Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Lebak.

Pengawasan juga perlu diperkuat di wilayah yang memiliki beban kasus tinggi agar potensi penularan dapat ditekan sedini mungkin.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Tunas Banten Pratama Kabupaten Lebak, Manarul Hidayat, menyambut baik dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kesehatan.

Menurutnya, kemitraan tersebut akan diarahkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan keterlibatan kader di tingkat desa dalam penanggulangan TBC.

TBP juga berkomitmen membantu memastikan masyarakat yang terdiagnosis TBC mendapatkan akses terhadap terapi dan pengobatan sesuai standar.

“Kami berharap gerakan bersama dan semangat gotong royong ini dapat memastikan tidak ada penderita TBC di Lebak yang merasa dikucilkan. Semua berhak mendapatkan akses pengobatan yang layak,” kata Manarul.

Pendampingan menjadi salah satu aspek penting dalam penanggulangan TBC. Pasalnya, keberhasilan pengobatan tidak hanya ditentukan oleh tersedianya obat, tetapi juga kepatuhan pasien menjalani terapi sesuai ketentuan.

Karena itu, keterlibatan kader dan komunitas diharapkan mampu membantu memberikan edukasi, mengurangi stigma serta mendorong pasien agar tidak berhenti berobat sebelum dinyatakan sembuh.

Kolaborasi Dinkes Lebak dan TBP pun diharapkan tidak berhenti pada penemuan kasus, tetapi berlanjut hingga pendampingan pasien dan pencegahan penularan di lingkungan masyarakat.

Dengan penguatan sinergi pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, kader dan warga, upaya memutus mata rantai penularan TBC di Kabupaten Lebak diharapkan semakin efektif. (budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi