Diresmikan Gubernur Andra Soni, Program Bang Andra di Lebak Diharapkan Dongkrak Ekonomi Desa

Yayat - JuaraMedia
30 Sep 2026 11:23
Banten 0 42
3 menit membaca

Caption : Gubernur Banten Andra Soni Sambutan pada acara Peresmian Jalan Program Bang Andra di Lebak

JUARAMEDIA, LEBAK – Jalan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) di Kabupaten Lebak resmi diresmikan Gubernur Banten Andra Soni, Rabu (30/9/2026).

Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar akses dan mobilitas warga, tetapi juga mampu mendongkrak aktivitas serta perekonomian masyarakat desa.

Peresmian program Bang Andra berlangsung di Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping , Kabupaten Lebak. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Anggota DPRD Provinsi Banten asal Lebak, Musa Weliansyah.

Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Lebak.

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya Sambutan

Menurut Hasbi, jalan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam pembangunan daerah. Infrastruktur yang baik dinilai memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat, terutama kegiatan ekonomi di wilayah perdesaan.

“Insya Allah jalan adalah kebutuhan utama pembangunan daerah. Makanya dengan adanya bantuan melalui pemerintah provinsi, program Bang Andra ini alhamdulillah berkah sangat dirasakan,” ujar Hasbi.

Ia mengatakan, keberadaan jalan yang lebih baik dapat menjadi penunjang aktivitas perekonomian masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas warga.

Hasbi berharap pembangunan infrastruktur melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten dapat terus diperkuat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.

“Insya Allah kita kolaborasi mewujudkan Banten yang maju, adil, merata dan tidak korupsi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbi juga menyinggung harapan masyarakat terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di Provinsi Banten.

Menurutnya, pemerintah memiliki keterbatasan dalam merealisasikan seluruh kebutuhan pembangunan secara bersamaan karena terdapat tahapan perencanaan dan penganggaran yang harus dilalui.

Ia meminta masyarakat memahami bahwa pembangunan melalui APBD membutuhkan proses pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Tidak ada kesabaran, tapi kita harus memahami ada proses yang namanya salah satunya adalah proses anggaran,” ujar Hasbi.

Hasbi kemudian menjelaskan posisi APBD sebagai hasil pembahasan antara pihak eksekutif dan legislatif.

“Yang APBD itu adalah produk politik antara pihak eksekutif, gubernur dengan DPRD Provinsi Banten dalam hal ini,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Hasbi menyinggung harapan agar pembangunan infrastruktur di Banten dapat terus dipercepat.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan penghormatan kepada para kepala daerah dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat desa, kondisi jalan memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga hingga distribusi hasil pertanian dan berbagai komoditas lokal.

Dengan akses jalan yang semakin baik, waktu tempuh dan biaya distribusi diharapkan dapat ditekan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang.

Bupati Hasbi menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memiliki dampak terhadap sektor lain yang menopang kehidupan masyarakat.

Karena itu, dukungan melalui program Bang Andra dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan membuka akses ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Hasbi kembali menyampaikan apresiasi atas pembangunan tersebut dan berharap kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat terus berjalan.

“ Kepada Gubernur kita,Insya Allah sing berkah, sing kuat, sing sehat,” ucap Hasbi.

Peresmian jalan melalui program Bang Andra di Lebak tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan infrastruktur perdesaan, dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah desa. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi