Caption : Video Viral!
JUARAMEDIA, LEBAK – Video kondisi jebolnya titik irigasi Cibuah Masjid, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, viral di media sosial. Unggahan akun TikTok Juaramedia.com hingga Selasa (3/3/2026) tercatat telah ditonton sekitar 32,2 ribu kali, mendapat 345 tanda suka, dan 45 komentar.
Beragam komentar bernada kritik dan kekecewaan membanjiri kolom respons.
“Negeri konoha namanya juga, tikus di atas keju wkwk,” tulis akun Mou_jrt.
Akun Erdi Pangestu turut mempertanyakan aspek penegakan hukum proyek tersebut.
“Audit dan usut tuntas!!, aing geus muak dengan semua ini,” tulisnya.
Sorotan publik mengarah pada proyek rehabilitasi jaringan irigasi senilai Rp144.696.358.086 yang dikerjakan di wilayah Lebak dan Pandeglang.
Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut bertajuk Rehabilitasi Jaringan Utama di Kewenangan Daerah di Provinsi Banten (Paket II), berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian.
Pelaksana pekerjaan tercatat adalah PT Nindya Karya dengan sumber anggaran APBN Tahun 2025.
Berdasarkan dokumen timeline kontrak:
* 26 September 2025 → Kontrak diteken
* Durasi pekerjaan → 97 hari kalender
* Perkiraan selesai → Awal Januari 2026
* 28 Februari 2026 → Pekerjaan disebut belum tuntas
* 27 Februari 2026 → Titik Cibuah Masjid dilaporkan jebol
Jika dihitung secara kalender, proyek tersebut telah melewati tenggat lebih dari satu bulan. Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait addendum perpanjangan waktu kontrak.
Dalam mekanisme pengadaan pemerintah, keterlambatan tanpa perpanjangan sah dapat dikenakan denda sesuai ketentuan kontrak.
Terbaru, Jumat (27/2/2026), salah satu titik saluran irigasi di Cibuah Masjid dilaporkan jebol setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut semalaman.
Selain jebol, sejumlah titik hasil pengecoran di lokasi berbeda juga disebut mulai mengalami retak pada bagian dinding maupun lantai saluran. Belum dapat dipastikan apakah retakan tersebut sebatas retak rambut atau mengarah pada persoalan struktural.
“Baru dikerjakan sudah ada yang retak. Kami khawatir kalau hujan besar lagi,” ujar Dedi, warga setempat, Sabtu (28/2/2026).
Dengan nilai kontrak mencapai Rp144,6 miliar, proyek ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan air pertanian dan ketahanan irigasi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Sejumlah pertanyaan kini mencuat di ruang publik:
* Bagaimana progres fisik aktual pekerjaan?
* Apakah ada perpanjangan waktu resmi (addendum)?
* Apa penyebab teknis jebolnya titik Cibuah Masjid?
* Apakah retakan di sejumlah titik masuk kategori cacat mutu?
Hingga berita ini diterbitkan, JUARAMEDIA masih berupaya mengonfirmasi pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian dan PT Nindya Karya terkait perkembangan proyek tersebut.
JUARAMEDIA akan terus memantau dan memperbarui informasi seputar rehabilitasi jaringan irigasi ini. (ade)