Caption : Petugas Kepolisian Polres Pandeglang tengah mengatur lalulintas jalur ke arah wisata pantai
JUARAMEDIA, PANDEGLANG – Hari kedua Lebaran 2026, arus kendaraan menuju kawasan wisata di Pandeglang Selatan melonjak tajam. Sekitar 30 ribu kendaraan, terdiri dari roda dua dan roda empat, memadati jalur utama menuju destinasi pantai sejak Minggu (22/3/2026) pagi.
Lonjakan volume kendaraan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan libur panjang Lebaran. Berdasarkan pantauan di ruas Jalan Raya Pandeglang–Labuan, kepadatan sudah terlihat sejak pagi hari dengan dominasi kendaraan pribadi.
Kepala Pos Pengamanan Lebaran Mengger, Iptu Aap Ahmad Syafei, mengungkapkan peningkatan arus kendaraan sudah terjadi sejak Sabtu malam dan terus berlanjut hingga hari ini.
“Rata-rata kendaraan roda empat yang melintas mencapai sekitar 12 unit per menit. Dalam satu jam bisa mencapai 7.000 hingga 10.000 kendaraan, sementara roda dua lebih banyak,” ujarnya.
Meski terjadi lonjakan signifikan, kondisi lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali. Kepolisian pun telah menyiapkan langkah antisipasi guna menghindari kemacetan.
“Jika terjadi kepadatan, kami akan berlakukan rekayasa lalu lintas one way. Kendaraan dari arah Mandalawangi akan dialihkan ke jalur Labuan,” jelasnya.
Polisi juga mengimbau pengendara untuk tetap disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas, termasuk mengikuti skema rekayasa yang diterapkan petugas di lapangan.
Sementara itu, Ridwan (35), wisatawan asal Kabupaten Serang, mengaku memilih berlibur ke Pandeglang karena banyaknya pilihan destinasi pantai serta jaraknya yang relatif dekat.
“Memang sudah ramai, tapi belum macet. Biasanya kalau libur panjang saya ke Carita atau sekitar Pandeglang,” katanya.
Ia menambahkan, kunjungannya kali ini hanya berlangsung sehari dan akan kembali ke Serang pada sore hari.
Peningkatan arus kendaraan diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak arus balik libur Lebaran. Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan dan menghindari perilaku berkendara yang dapat memicu kemacetan. (*)
Yayat - JuaraMedia