Warga Tanam di Jalan Rusak, Protes Jalan Usaha Tani Intenjaya yang Tak Kunjung Dibangun

Yayat - JuaraMedia
13 Feb 2026 17:57
2 menit membaca

Caption : Aksi warga Intenjaya tanam pohon dijalan rusak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Warga Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, melakukan aksi unik namun menyentak perhatian: menanam tanaman di badan jalan usaha tani yang rusak parah. Aksi ini menjadi simbol kekecewaan warga karena akses vital pertanian tak kunjung diperbaiki.

Jalan yang ditanami warga berada di wilayah persawahan Ciruntah dan Parung, sekaligus jalur penghubung Desa Intenjaya–Cekulur. Kondisinya berlumpur, berlubang, dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil panen.

“Ini bukan bercocok tanam, ini cara kami menyampaikan protes,” ujar  Sartani salah satu warga di lokasi aksi, Kamis (13/2/2026).

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Intenjaya, Muhammad Syahri Romadhoni, mengakui pembangunan jalan poros desa belum maksimal karena keterbatasan anggaran.

“PR kami itu 14 kilometer jalan poros desa. Selama tiga tahun menjabat, baru sekitar 7,5 kilometer yang bisa kami bangun,” kata Romadhoni

Ia menyebut, masih ada sekitar 6,5 kilometer jalan poros desa dan jalan usaha tani yang belum tersentuh pembangunan.

“Desa hari ini sudah tidak memiliki anggaran untuk membangun, karena ada pengalihan anggaran ke KOPDES. Tapi bukan berarti kami diam,” tegasnya.

Jalan usaha tani tersebut merupakan akses utama bagi petani menuju area persawahan seluas sekitar 100 hektare. Setiap musim panen, warga harus memikul gabah atau menggunakan kendaraan roda dua karena mobil tidak bisa melintas.

“Kalau hujan, motor pun sering jatuh. Angkut padi jadi lebih mahal,” keluh Sartani

Dari total jalan usaha tani di desa itu, baru sekitar 50 persen yang berhasil dibangun. Sisanya masih berupa tanah dan rusak berat.

Romadhoni mengungkapkan, sebelumnya Gubernur Banten sempat menyampaikan komitmen pembangunan jalan untuk Desa Intenjaya saat kunjungan ke Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga beberap bulan lalu

“Dalam dialog saat itu Pak Gubernur menyampaikan next 2026 untuk Desa Intenjaya. Itu yang kami pegang sekarang,” ujarnya.

Ia berharap program Jalan Sejahtera (Bang Andra) milik Pemprov Banten bisa menyentuh wilayahnya.

“Mayoritas warga kami petani. Jalan poros desa dan jalan usaha tani itu kebutuhan mendesak,” katanya.

Pemerintah desa menyatakan tidak alergi terhadap aksi warga.

“Masyarakat berhak menyampaikan aspirasi. Kami paham dan menerima masukan itu,” kata Romadhoni.

Langkah yang akan dilakukan Pemdes adalah berkoordinasi dengan BPD dan meneruskan aspirasi warga ke tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

“Kami akan follow up langsung. Mudah-mudahan ada solusi cepat, karena ini menyangkut ekonomi warga,” pungkasnya. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi