Kemenag Full Support Guru Inpassing, Sekjen: Guru Profesi Mulia Penentu Indonesia Emas

Yayat - JuaraMedia
3 Feb 2026 19:26
Kemenag 0 454
3 menit membaca

Caption : Kamarudin Amin Sekjen Kementrian Agama RI

JUARAMEDIA, JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan komitmen dukungan penuh terhadap guru inpassing sebagai bagian penting dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamarudin Amin, ketika ” Greeting” Hari Lahir (Harla) ke-8 Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), Selasa (3/2/2026).

Kamarudin Amin menilai, guru memiliki peran strategis dan menentukan arah masa depan bangsa, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, profesi guru harus dimuliakan dan didukung secara berkelanjutan.

“Guru adalah profesi yang sangat mulia, profesi yang harus kita muliakan. Dengan guru yang berkualitas, kualitas pendidikan Indonesia akan semakin baik,” ujar Kamarudin Amin.

Ia menegaskan, Kementerian Agama tidak hanya memberikan dukungan secara normatif, tetapi terus bekerja menghadirkan kebijakan dan program nyata guna meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, termasuk guru inpassing.

“Kementerian Agama fully support dan terus bekerja untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, khususnya peningkatan kualitas guru,” tegasnya.

Dalam peringatan Harla ke-8 PGIN tersebut, Sekjen Kemenag juga berharap Persatuan Guru Inpassing Nasional dapat terus berkontribusi secara nyata dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional.

Menurutnya, organisasi profesi guru memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan mengawal kebijakan pendidikan yang berkeadilan.

Kamarudin Amin mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, baik pemerintah, organisasi guru, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengawal peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Mari kita hadir dan berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa memuliakan guru merupakan kunci utama dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Dengan guru yang sejahtera dan profesional, kualitas pendidikan nasional diyakini akan terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Besar Persatuan Guru Inpassing Nasional (PB PGIN), Deni Subhani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas ucapan selamat (greeting) serta dukungan penuh yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamarudin Amin, pada momentum Hari Lahir (Harla) ke-8 PGIN.

Menurut Deni, dukungan moral dan komitmen yang ditegaskan oleh Kemenag menjadi suntikan semangat bagi guru inpassing di seluruh Indonesia yang selama ini terus berjuang dalam keterbatasan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sekjen Kemenag RI atas greeting dan dukungan penuh kepada guru inpassing. Ini menjadi energi besar bagi kami untuk terus berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional,” ujar Deni Subhani.

Deni menegaskan, pernyataan Kemenag yang menyebut guru sebagai profesi mulia dan penentu masa depan bangsa sejalan dengan semangat perjuangan PGIN sejak awal berdiri.

“Apa yang disampaikan Sekjen Kemenag menegaskan bahwa guru inpassing adalah bagian penting dari sistem pendidikan nasional dan harus mendapat perhatian serius, baik dari sisi pengakuan, perlindungan, maupun kesejahteraan,” katanya.

Ia berharap, dukungan yang disampaikan tidak hanya berhenti pada pernyataan moral, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret yang berpihak pada guru inpassing, khususnya di bawah naungan Kementerian Agama.

“Kami berharap ke depan ada langkah-langkah nyata dan kebijakan berkeadilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kepastian status guru inpassing,” tambahnya.

Deni juga menegaskan komitmen PB PGIN untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan serta mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

“PGIN siap bersinergi dengan pemerintah untuk memastikan guru inpassing dapat terus berkontribusi secara maksimal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Peringatan Harla ke-8 PGIN ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi perjuangan guru inpassing di seluruh Indonesia, terutama dalam memperjuangkan pengakuan, perlindungan, dan peningkatan kesejahteraan, sejalan dengan tuntutan mutu pendidikan nasional. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi