Bupati Lebak Ungkap Mayoritas Pokir DPRD untuk RKPD 2027 Fokus Infrastruktur Jalan

Yayat - JuaraMedia
18 Feb 2026 16:17
Daerah 0 42
2 menit membaca

Caption : Bupati Lebak Hasbi Asydiki Jayabaya

JUARAMEDIA,LEBAK – Arah pembangunan Kabupaten Lebak tahun 2027 mulai tergambar. Bupati Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mengungkapkan mayoritas usulan pokok-pokok pikiran (Pokir) pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lebak dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan.

Pernyataan itu disampaikan Hasbi usai rapat paripurna di Gedung DPRD Lebak, Rabu (18/2/2026). Dari dokumen Pokir yang telah dibacanya, hampir seluruh usulan menitikberatkan pada perbaikan dan pembangunan jalan sebagai akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi.

“Mayoritas usulannya infrastruktur jalan. Ini menunjukkan Kabupaten Lebak masih tertinggal dalam pembangunan dasar, dan itu menjadi perhatian bersama,” ujar Hasbi.

Selain jalan, sejumlah usulan lain turut masuk dalam Pokir DPRD, di antaranya program ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan jaringan irigasi, hingga bantuan sosial.

Fokus pada infrastruktur dasar dinilai menjadi sinyal kuat bahwa persoalan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkab Lebak.

Hasbi menegaskan seluruh usulan tersebut akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurutnya, belum ada angka nominal yang ditetapkan karena semua harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan dan kapasitas fiskal daerah.

“Belum ada angka nominal yang ditentukan. Semua tergantung kebutuhan di lapangan dan kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, APBD merupakan produk politik yang harus melalui kesepakatan antara eksekutif dan legislatif, sehingga proses pembahasan akan dilakukan secara komprehensif dan terukur.

Di tengah besarnya kebutuhan pembangunan, Pemkab Lebak juga dihadapkan pada tantangan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu strategi yang disiapkan adalah pengoperasian Rice Milling Unit (RMU) sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

RMU tersebut ditargetkan segera beroperasi dan mampu menghasilkan beras lokal bernilai jual guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau PAD tidak meningkat, kita sulit melangkah lebih jauh. Kita harus punya produk yang bisa dijual,” pungkas Hasbi.

Dengan dominasi usulan infrastruktur jalan dalam RKPD 2027, publik kini menanti sejauh mana komitmen dan kemampuan fiskal Pemkab Lebak mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta mengurangi ketertinggalan pembangunan di wilayah tersebut.(*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi