Andra Soni Bangun 45 Km Jalan Desa di 2026, Lebak Kebagian 11 Titik – Bupati: Baru Kali Ini Gubernur Intervensi Jalan Desa

Yayat - JuaraMedia
27 Feb 2026 19:54
Daerah 0 88
2 menit membaca

Caption : Rangkaian Safari Ramadhan di Lebak,Gubernur Banten Andra Soni didampingi Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya ketika meninjau pembangunan Jalan Program ” Bang Andra “di Desa Karyajaya, Cimarga

JUARAMEDIA, LEBAK – Gubernur Andra Soni menegaskan komitmennya membangun infrastruktur desa saat Safari Ramadan di Kabupaten Lebak, Jumat (27/2/2026). Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan pembangunan jalan desa sepanjang sekitar 45 kilometer dalam anggaran murni.

Khusus di Kabupaten Lebak, salah satu ruas yang direncanakan memiliki panjang sekitar 3 kilometer. Pembangunan itu, menurut Andra, diarahkan untuk memangkas biaya produksi petani dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

“Harapannya tentu jalan ini bisa meningkatkan produktivitas masyarakat. Tadi saya dengar, saat panen mereka harus mengeluarkan biaya kurang lebih Rp10 ribu per karung untuk angkut hasil panen. Tahun ini mereka tidak perlu lagi karena jalannya sudah bagus,” ujar Andra

Selain jalan, Andra juga menyinggung pembangunan irigasi desa yang saat ini dibiayai melalui dana desa. Namun karena panjang saluran masih terbatas, ia mempersilakan pemerintah desa mengajukan permohonan dukungan ke Pemprov Banten untuk dikoordinasikan lebih lanjut.

“Mudah-mudahan pendapatan provinsi meningkat, sehingga pada anggaran perubahan bisa kita tambah lagi,” katanya.

Andra menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam membangun daerah.

“Dukungan semua pihak penting. Kolaborasi itu kunci, karena tidak ada manusia yang sempurna. Ihtiar kita adalah melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya mengapresiasi langkah Gubernur Banten yang dinilainya berani mengintervensi pembangunan jalan desa.

“Baru kali ini kita melihat ada gubernur di Provinsi Banten yang mengintervensi jalan desa. Kita harus fair dan objektif. Di era sebelumnya belum ada intervensi langsung seperti ini,” kata Hasbi.

Ia menyebut, pada 2025 lalu terdapat 17 titik jalan desa di Lebak yang dibangun melalui program Pemprov. Tahun 2026 ini, ada tambahan 11 titik. Secara keseluruhan, terdapat 42 titik jalan desa di Lebak yang akan diintervensi secara bertahap.

Program tersebut merupakan bagian dari unggulan “Bang Andra” yang mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan penguatan ketahanan pangan. Salah satu prioritas adalah Jalan Usaha Tani (JUT), termasuk di wilayah Wanasalam.

“Di Karyajaya saja ada kurang lebih 200 hektare sawah yang terdampak positif. Setelah jalan dibangun, petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mobilisasi gabah kering panen (GKP). Ini langsung dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Hasbi menambahkan, selain jalan desa dan JUT, Pemprov Banten juga mengalokasikan pembangunan bendungan, termasuk Bendungan Cici, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendukung pertanian.

Dengan total 45 kilometer jalan desa dianggarkan pada 2026 dan fokus pada wilayah sentra pangan serta akses pendidikan dan kesehatan, program ini menjadi ujian konsistensi Pemprov Banten dalam menjaga keberlanjutan pembangunan desa.(ade)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi