Mulai 2026, Pemkab Lebak Ubah Pola Layanan Kesehatan : Puskesmas Jadi Garda Terdepan

Yayat - JuaraMedia
14 Jan 2026 15:24
Kesehatan 0 133
2 menit membaca

Caption : Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah Ketika Memimpin Rakor Bidang Kesehatan 

JUARAMEDIA, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak menegaskan komitmennya untuk membenahi sistem layanan kesehatan secara menyeluruh pada tahun 2026. Salah satu fokus utama adalah penguatan peran puskesmas sebagai penyangga utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), guna mencegah penumpukan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Lebak saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kesehatan yang digelar di Ruang Kerja Wakil Bupati, Rabu (14/1/2026).

Rakor ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, termasuk jajaran Dinas Kesehatan, Staf Ahli Bupati, Plt Asisten Administrasi Umum Setda Lebak, Kapuskesmas Rangkasbitung dan Kalanganyar, serta Kabid BKAD Kabupaten Lebak.

Dalam forum tersebut, dibahas berbagai persoalan strategis, mulai dari rencana program kesehatan tahun 2026, keluhan masyarakat, perencanaan anggaran, hingga peningkatan mutu layanan di RSUD dan puskesmas.

Namun, Wakil Bupati Lebak menekankan bahwa kunci utama pembenahan layanan kesehatan bukan hanya di rumah sakit, melainkan harus dimulai dari lini terdepan, yakni puskesmas.

“Puskesmas harus menjadi penyangga utama RSUD. Kalau pelayanan di puskesmas sudah optimal, berkualitas, dan lengkap, maka beban RSUD bisa berkurang. Ini penting agar tidak terjadi penumpukan pasien,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas puskesmas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana dan prasarana, bangunan, peralatan medis, hingga kualitas sumber daya manusia dan sistem pelayanan.

Menurutnya, puskesmas yang kuat akan menjadi filter awal bagi pasien, sehingga hanya kasus-kasus tertentu yang perlu dirujuk ke rumah sakit. Dengan demikian, pelayanan di RSUD bisa lebih fokus dan maksimal.

Selain itu, Wakil Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus sigap merespons setiap persoalan kesehatan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk keluhan terkait pelayanan.

Melalui Rakor ini, ia berharap terbangun sinergi lintas sektor dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan agar perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan tahun 2026 dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkeadilan.

“Tujuan akhirnya adalah pemerataan layanan kesehatan dan peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang layak, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini masih kekurangan sarana,” pungkasnya. (budi)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi