
Caption : Ilustrasi
JUARAMEDIA, LEBAK — Setelah bertahun-tahun menunggu kepastian, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang Lebak Gedong akhirnya mulai menunjukkan titik terang. Pemerintah Kabupaten Lebak mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar dari APBD II Tahun Anggaran 2026 untuk proses pematangan lahan sebagai tahap awal realisasi proyek tersebut.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, mengatakan bahwa alokasi anggaran tersebut difokuskan untuk proses land development atau pematangan lahan Huntap bagi warga terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada 2020 silam.
“Anggaran Rp2,5 miliar ini dari APBD II Kabupaten Lebak TA 2026, khusus untuk pematangan lahan Huntap,” ujar Iwan, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, proyek ini saat ini memasuki tahap krusial, yakni penyelesaian administrasi dan sinkronisasi lintas lembaga, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Sehari sebelumnya, Selasa (20/1/2026), DPRD Kabupaten Lebak melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Banten guna memastikan kelanjutan proyek Huntap Lebak Gedong.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dinas Perkim Lebak, BPBD Lebak, sejumlah pejabat provinsi, Ketua DPRD Provinsi Banten, Ketua DPRD Lebak, serta para wakil ketua DPRD Lebak.
Audiensi ini menjadi momentum penting untuk mengunci komitmen semua pihak agar proyek Huntap tidak kembali tertunda.
Saat ini, Pemkab Lebak tengah mempersiapkan seluruh dokumen administrasi untuk pengajuan Recommendation Clearance (RC) ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Di sisi lain, pemerintah daerah juga sedang menyiapkan berkas untuk proses mini kompetisi pengadaan.
Tahapan ini menjadi penentu apakah pembangunan Huntap bisa segera masuk fase konstruksi atau kembali tertahan.
Pemkab Lebak menargetkan seluruh proses administrasi rampung dalam waktu dekat agar pembangunan fisik dapat segera dimulai.
Proyek Huntap ini menjadi harapan besar bagi warga korban banjir bandang Lebak Gedong 2020 yang hingga kini masih menanti kepastian tempat tinggal yang layak dan aman. (budi)