Caption : Ilustrasi
JUARAMEDIA, LEBAK – Penantian panjang korban banjir bandang dan longsor 2020 di Kecamatan Lebak Gedong mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk sekitar 300 kepala keluarga akan mulai dilaksanakan pada 2026 melalui program pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lebak, Iwan Sutikno, menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap ribuan warga yang selama enam tahun bertahan di hunian sementara.
“Pembangunan hunian tetap akan dilaksanakan pada 2026 oleh kementerian. Pemkab Lebak terus berkoordinasi dan menyiapkan seluruh kebutuhan pendukungnya,” ujar Iwan, Jumat (16/1/2026).
Iwan menjelaskan, realisasi huntap membutuhkan proses lintas instansi, mulai dari penyiapan lahan, penyesuaian regulasi, hingga penyediaan infrastruktur dasar.
Pemkab Lebak melalui Sekretaris Daerah telah menyerap aspirasi masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang mendesak percepatan hunian tetap.
Saat ini, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai sekitar Rp2,08 miliar tengah digeser dan disiapkan untuk pekerjaan awal, seperti pemerataan lahan dan kebutuhan teknis lainnya.
“Seluruh tahapan harus tepat sasaran dan sesuai aturan agar pembangunan dapat berjalan lancar,” kata Iwan.
Pemerintah Provinsi Banten memastikan dukungan terhadap realisasi huntap. Gubernur Banten Andra Soni menyebut pengerasan jalan menuju lokasi hunian saat ini sedang berlangsung.
“Wilayah berada di kawasan taman nasional sehingga membutuhkan koordinasi lintas lembaga. Kendala yang muncul telah teratasi dan pekerjaan kembali berjalan,” jelasnya.
Asisten Daerah I Banten, Komarudin, menambahkan bahwa pembangunan huntap telah dialokasikan dalam program Kementerian PKP tahun 2026, dan direncanakan berada tidak jauh dari hunian sementara yang kini ditempati warga.
Pemkab Lebak menegaskan bahwa penyelesaian hunian tetap bagi warga terdampak bencana Lebakgedong merupakan prioritas daerah dan bentuk pemenuhan hak dasar penyintas.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses pembangunan agar berjalan kondusif dan sesuai jadwal.
Diketahui, saat ini sejumlah warga dan perwakilan masyarakat Desa Cogobang melakukan aksi open donasi material dan mendirikan tenda di depan Kantor Pemkab Lebak.
Aksi tersebut sudah berlangsung selama dua hari, dengan peserta aksi menginap di lokasi untuk menyuarakan percepatan realisasi huntap. (cupek)
Yayat - JuaraMedia