Oplus_131072Caption : Wabup Lebak Amir Hamzah Ketika Membuka Mabigus Zona 1
JUARAMEDIA, LEBAK – Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menegaskan bahwa kepala sekolah bukan hanya bertugas mengelola administrasi pendidikan, melainkan juga memegang peran strategis sebagai pemimpin pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
Penegasan tersebut disampaikan Amir Hamzah saat membuka secara resmi kegiatan Orientasi Musyawarah Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) bagi kepala sekolah dasar se-Kabupaten Lebak Zona 1 tahun 2026, yang berlangsung di Gedung PGRI Rangkasbitung, Selasa (20/1/2026).
Dalam sambutannya, Amir menyampaikan bahwa pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian, mental, dan nilai-nilai kebangsaan anak sejak usia dini.
“Kepala sekolah hari ini tidak cukup hanya menjadi administrator. Mereka adalah pemimpin yang bertanggung jawab membentuk karakter generasi muda. Pramuka menjadi salah satu wadah strategis untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, nasionalisme, dan kepedulian sosial,” ujar Amir.
Kegiatan orientasi Mabigus ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum pembahasan program kerja Mabigus bersama pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Lebak. Tercatat sebanyak 54 kepala sekolah dasar yang juga menjabat sebagai ketua Mabigus Zona 1 mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Amir, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, pola pembinaan terhadap peserta didik juga harus terus menyesuaikan diri agar tidak tertinggal.
“Generasi penerus harus disiapkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan saat ini. Proses pendidikan membutuhkan waktu, kesabaran, serta strategi yang tepat agar hasilnya benar-benar berkualitas,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam mengemas kegiatan Pramuka agar tetap diminati oleh pelajar. Menurutnya, pendekatan yang monoton dan kaku justru dapat membuat peserta didik kehilangan minat.
“Tantangan utama kita hari ini adalah bagaimana mengemas kegiatan kepramukaan agar lebih menarik, kreatif, dan tidak membosankan. Di sinilah peran kepala sekolah dan pembina Pramuka sangat menentukan,” tegasnya.
Amir berharap para kepala sekolah dapat menjadi pelopor pengembangan kegiatan Pramuka di lingkungan sekolah masing-masing, tidak hanya sebagai kegiatan formalitas, tetapi sebagai sarana nyata pembentukan karakter.
“Mari kita kembangkan anak-anak sesuai dengan kelebihan mereka masing-masing. Pramuka adalah organisasi yang mampu membentuk karakter bangsa. Melalui Pramuka, generasi muda tidak hanya dibentuk menjadi pribadi religius, tetapi juga nasionalis dan memiliki jiwa kemanusiaan,” pungkasnya. (*)