PDAM Lebak Defisit Bertahun-tahun, Bupati Janji Perubahan Lewat Manajemen Baru

Yayat - JuaraMedia
22 Des 2025 19:33
3 menit membaca

Caption : Ilustrasi Instalasi PDAM Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lebak yang selama bertahun-tahun mengalami defisit keuangan menjadi perhatian serius Bupati Lebak.

Pemerintah daerah memastikan akan melakukan pembenahan menyeluruh melalui penataan manajemen baru, dengan target PDAM tidak lagi merugi dan mampu memberikan pelayanan air bersih yang layak kepada masyarakat.

Bupati Lebak menegaskan, tingginya biaya operasional PDAM setiap tahun tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh. Kondisi tersebut menyebabkan PDAM terus mengalami kerugian dari tahun ke tahun.

“Biaya operasional kita sangat tinggi setiap bulan, tapi pendapatan per tahunnya rendah. Selalu defisit. Ini tidak boleh terus dibiarkan,” ujar Bupati ketika diwawancara wartawan usai melantik 3.508 PPPK Paruh Waktu di Stadion Uwes Qorni, Pasir Ona, Rangkasbitung, Senin (22/12/2025)

Selain persoalan keuangan, Bupati juga menyoroti buruknya kualitas pelayanan PDAM. Dari sekitar 65 ribu sambungan rumah, hanya sekitar 32 ribu yang masih aktif, sementara sisanya tidak digunakan atau ditinggalkan pelanggan.

Menurutnya, banyak warga memilih beralih ke sumur bor atau sumber air lain karena kualitas air PDAM yang belum memuaskan.

“Kalau airnya keruh, pipa sering bermasalah, masyarakat pasti mencari alternatif lain. Padahal air bersih adalah kebutuhan dasar manusia,” ujarnya.

Target Akhir 2027: PDAM Tidak Merugi

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bupati menargetkan perbaikan signifikan dalam waktu satu tahun setelah penetapan direktur baru PDAM di awal 2026. Ia memberi tenggat hingga akhir 2027 agar PDAM sudah mampu memberikan pelayanan yang baik dan tidak lagi merugi sebagai badan usaha milik daerah (BUMD).

“Air harus jernih, pipa-pipa harus diperbaiki, pelayanan harus meningkat. Saya beri waktu sampai akhir 2027,” katanya.

Bupati juga menegaskan bahwa kenaikan tarif air PDAM tidak boleh dilakukan sebelum kualitas pelayanan benar-benar meningkat. Menurutnya, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Tidak boleh menaikkan tarif seenaknya. Pelayanan dulu yang harus dibenahi,” tegasnya.

Dalam proses penataan manajemen, Bupati menyampaikan bahwa penetapan direksi PDAM dilakukan melalui berbagai tahapan seleksi ketat, termasuk wawancara langsung oleh dirinya sebagai kuasa pemilik modal.

Ia berharap, manajemen baru mampu membawa perubahan nyata dan menjadikan PDAM sebagai BUMD yang sehat secara keuangan sekaligus memberikan pelayanan publik yang optimal.

Pembenahan PDAM sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Lebak tahun 2026 yang menitikberatkan pada peningkatan layanan dasar masyarakat, termasuk infrastruktur air bersih.

“PDAM tidak hanya bicara untung rugi, tapi juga soal kemanusiaan. Air bersih itu hak masyarakat,” pungkas Bupati.

Diketahui sebelumnya, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya memimpin langsung tes dan wawancara calon pimpinan Perumdam Tirta Kalimaya, PT Lebak Niaga (Perseroda), serta calon Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kalimaya, Kamis (18/12/2025).

Adapun calon Direktur Perumdam Tirta Kalimaya yang mengikuti tahapan tes dan wawancara antara lain Dr. Indra Darmawan, S.T., M.Pd., Heyneken P. Purba, S.T., Ni’matullah, S.P., M.Agr., dan Ahmad Taufiq, S.E. Sementara calon Direktur PT Lebak Niaga (Perseroda) terdiri dari A. Qodir, M.Pd., Ilham Akbar, S.P., Muhammad Syarifullah, S.H., serta Dani Hamdani, S.E.

Sedangkan calon Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak yang turut mengikuti seleksi yakni Doddy Irawan, S.T., M.Si., Agus Nugraha, S.STP., H., dan Dadeyan Apriyandi, D.ST., M.Si. (*)

 

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi