Studi Tiru, Bupati Lebak Intip Sistem Digital Pasar Jaya, Sinyal Transformasi Pasar Tradisional?

Yayat - JuaraMedia
11 Des 2025 18:33
Daerah 0 255
2 menit membaca

Caption : Studi Tiru, Bupati Lebak bersama Direktur PD Pasar Jaya 

JUARAMEDIA, JAKARTA — Upaya modernisasi layanan publik di Kabupaten Lebak kembali menunjukkan progres. Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, melakukan studi tiru ke Perumda Pasar Jaya, Kamis (11/12/2025), untuk mempelajari langsung sistem digitalisasi pengelolaan pasar modern yang selama ini diterapkan di Jakarta.

 

Kunjungan tersebut dilakukan bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Lebak, mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bagian Ekonomi Setda, Kepala Bagian Hukum Setda, Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah, Kepala Bidang Perdagangan, hingga perwakilan BUMD Lebak Niaga.

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto

Studi tiru ini tidak hanya sebatas melihat aktivitas pasar, tetapi mendalami bagaimana Pasar Jaya mengintegrasikan teknologi digital dalam tata kelola pasar — mulai dari kebersihan berbasis sistem, penataan kios yang terdata, transaksi nontunai, hingga manajemen pelayanan yang lebih efisien.

Bupati Hasbi menegaskan bahwa digitalisasi akan menjadi kunci penting dalam peningkatan kualitas pasar di Lebak.

 “Kami ingin belajar bagaimana Pasar Jaya mengoptimalkan digitalisasi dalam pengelolaan pasar. Model ini sangat relevan diterapkan di Lebak agar pasar tradisional kita bisa bersaing dan lebih nyaman bagi pedagang maupun konsumen,” ujar Hasbi.

Perumda Pasar Jaya saat ini mengelola 153 pasar di DKI Jakarta, dan telah menerapkan standar pengelolaan modern yang mencakup kebersihan terukur, infrastruktur memadai, renovasi berkala, hingga sistem informasi pedagang yang tertata.

Keberhasilan tersebut membuat Pasar Jaya menjadi role model bagi berbagai daerah yang ingin meningkatkan kualitas pasar tradisional.

Pemerintah Kabupaten Lebak berharap pembelajaran dari Pasar Jaya dapat menjadi rujukan penyusunan kebijakan baru, termasuk peta jalan digitalisasi pasar, revitalisasi fasilitas, dan peningkatan layanan publik di pasar daerah.

Langkah ini dianggap penting mengingat kebutuhan masyarakat terus berkembang, sementara pasar tradisional dituntut untuk adaptif, profesional, dan tetap kompetitif di era digital.

Dengan sistem digital yang terintegrasi, Pemkab Lebak menargetkan pelayanan pasar menjadi lebih efisien, transparan, dan nyaman — sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi