JUARAMEDIA, LEBAK – Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, kembali berjalan normal setelah dua hari sebelumnya (13–14 Oktober 2025) lumpuh total akibat aksi mogok sekolah besar-besaran yang dilakukan seluruh siswa.
Aksi itu dipicu oleh insiden penamparan siswa oleh kepala sekolah yang kini telah dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.
Siswa Tegaskan: “Kami Tak Didorong Siapa pun, Ini Murni Suara Kami”
Dalam wawancara dengan JUARAMEDIA, dua siswa kelas XII SMAN 1 Cimarga, MD dan D, menegaskan bahwa aksi mogok dilakukan tanpa provokator maupun pihak yang membackingi.
“Sejauh ini tidak ada yang membeking atau menghasut. Ini murni dari semua siswa,” kata MD, Selasa (15/10/2025).
Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan keinginan bersama agar sekolah menjadi tempat yang aman dari tindakan kekerasan.
“Kami cuma ingin sekolah yang nyaman dan bebas dari kekerasan. Selama ini kami sudah berusaha sabar,” ujarnya.
Humas SMAN 1 Cimarga, Dhea Najmalia, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah melakukan dialog intensif dengan para siswa untuk meredam ketegangan dan mencari solusi bersama.
“Alhamdulillah, hari ini seluruh siswa sudah kembali belajar seperti biasa,” ujar Dhea.
Menurutnya, sekitar 12 perwakilan siswa dari setiap kelas diajak berdiskusi bersama guru dan pengawas sekolah untuk mendengarkan langsung aspirasi mereka.
“Kami tanya apakah mereka marah atau dendam, tapi mereka jawab tidak. Mereka hanya tidak ingin ada lagi kekerasan di sekolah,” katanya.
Dhea juga menegaskan bahwa selama aksi berlangsung, proses belajar tetap berjalan secara online.
“Anak-anak tetap belajar dari rumah. Artinya mereka tidak menolak belajar, hanya ingin menyampaikan pesan moral,” tuturnya.
Sekolah dan Siswa Sepakat: Tidak Ada Lagi Kekerasan
Hasil pertemuan tersebut dituangkan dalam fakta integritas bersama antara guru dan siswa. Isinya, sekolah berkomitmen menjunjung tinggi dialog dan tanpa kekerasan dalam menyelesaikan masalah disiplin.
“Kami semua sepakat untuk memperbaiki komunikasi dan menolak bentuk kekerasan apa pun,” jelas Dhea.
Selain itu, pihak sekolah juga telah menerima kabar bahwa Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah baru akan segera ditunjuk untuk memulihkan stabilitas dan menjaga ritme pembelajaran.
Kembali Kondusif
Pantauan JUARAMEDIA di lapangan, suasana SMAN 1 Cimarga pada Rabu (15/10/2025) tampak kembali kondusif. Siswa mengikuti pelajaran seperti biasa, sementara para guru terlihat aktif mendampingi di kelas.
“Kami berharap setelah kejadian ini, hubungan antara guru dan siswa bisa semakin kuat. Sekolah harus jadi tempat yang aman, bukan tempat yang menakutkan,” pungkas Dhea.
Penulis : Ika & Budi
Editor : Yayat Rismunadi Juaramedia