Oplus_131072Caption : Ilustrasi Operasi Ortopedi
JUARAMEDIA, LEBAK – Polemik pelayanan kesehatan di RSUD Adjidarmo kembali mencuat. Kali ini, persoalan menimpa pasien ortopedi yang membutuhkan pen (alat bantu operasi patah tulang). Pihak rumah sakit pelat merah itu secara terbuka mengakui bahwa anggaran pengadaan pen tidak tersedia, meskipun tindakan operasi ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Kepala Bidang Penunjang Medik RSUD Adjidarmo, Nanik didampingi Kabag Humas dr Jauhari , menjelaskan bahwa sejak berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rumah sakit tidak lagi mendapat dukungan penuh dari Pemda. Akibatnya, manajemen harus mencari cara sendiri untuk memenuhi kebutuhan vital, termasuk pengadaan pen.
“Tidak ada pen, karena anggarannya memang tidak ada. RSUD sudah BLUD, jadi tidak lagi dibantu penuh oleh Pemda. Kami sedang berupaya negosiasi dengan vendor agar harga pen bisa lebih rendah,” ujar Nanik, Rabu (1/10/2025).
Menurut Nanik, masalah utama bukan pada ketersediaan barang, tetapi pada ketidakcukupan anggaran. Meski operasi ortopedi dapat diklaim ke BPJS, biaya yang ditanggung tidak sebanding dengan harga pen di pasaran.
“Sebenarnya pen bisa diklaim ke BPJS, tapi cost-nya rugi. Harga pen lebih tinggi daripada plafon klaim BPJS. Intinya, barang bukan tidak ada, tapi anggaran belum mencukupi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit kini sedang berupaya mencari vendor dengan penawaran harga lebih rendah agar pelayanan pasien ortopedi tetap bisa berjalan tanpa hambatan besar.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius di kalangan publik: bagaimana nasib pasien patah tulang yang bergantung sepenuhnya pada layanan BPJS? Di satu sisi, masyarakat kecil menjadikan BPJS sebagai penolong utama. Namun di sisi lain, rumah sakit pelat merah seperti RSUD Adjidarmo justru terjepit antara kewajiban pelayanan dan realitas anggaran yang merugi.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, bukan tak mungkin pasien ortopedi akan menjadi pihak paling dirugikan dalam tarik ulur antara klaim BPJS dan keterbatasan keuangan rumah sakit.
Sebelumnya, beredar Video , Heboh! Relawan Sabilukungan Bongkar Pasien Ortopedi di RSUD Adjidarmo Lebak 2 Tahun Gagal Operasi Gara-Gara “Pen” tidak ada?. (jm)