Anggota Dewan Banten  Bongkar Dugaan Pungli Proyek P3-TGAI & SANIMAS di Lebak-Pandeglang, Uang Setoran Diduga Capai Rp Miliaran 

admin
9 Sep 2025 08:58
2 menit membaca

Caption : Ilustrasi Gambar 

JUARAMEDIA, BANTEN – Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, melontarkan tudingan keras terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang tahun anggaran 2025.

Musa menyebut lebih dari seratus titik program tersebut disinyalir jadi ajang setoran oknum anggota DPR RI dengan potongan mencapai 25–30 persen per titik.

“Seratus lebih titik P3-TGAI dan SANIMAS di Kabupaten Lebak dan Pandeglang tahun anggaran 2025 diduga jadi ajang pungli oknum anggota DPR-RI hingga 30 persen per titik,” tegas Musa, Selasa (9/9/2025)

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 101 titik P3-TGAI dengan nilai Rp197 juta per titik, serta 6 titik SANIMAS dengan anggaran Rp400 juta per titik. Musa menduga penerima program adalah kelompok yang sudah “berkomitmen” menyetor bagian kepada utusan oknum legislator.

“Untuk SANIMAS dipotong 25 persen, sementara P3-TGAI dipotong 30 persen. Hasil pungli itu dikumpulkan oleh tenaga ahli lalu disetorkan ke oknum anggota DPR RI,” bebernya.

” Jika dikalkulasikan, uang setoran dari dua program tersebut bisa tembus Rp6 miliar.” imbuh Musa

Musa menilai praktik setoran itu berimbas langsung pada kualitas pekerjaan di lapangan. Banyak proyek P3-TGAI disebut dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan mutu maupun kesesuaian lokasi dengan aliran sungai dan irigasi yang ada.

“Akibatnya pekerjaan tidak berkualitas. Mutunya rendah, lokasinya pun serampangan, tidak ada koneksi dengan saluran irigasi yang sudah ada,” kata politisi asal Lebak itu.

Musa mengaku sudah mengantongi identitas kelompok penerima sekaligus nama-nama suruhan oknum legislator yang terlibat. Ia berjanji mengawal kasus ini agar menjadi objek pemeriksaan resmi.

“Saya akan bersurat ke BPK RI agar dilakukan audit investigasi, dan terkait punglinya segera ditangani oleh KPK,” tandasnya. (jm)

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya