Proyek Jalan “Hanya Dilalui Kambing” di Pandeglang Disorot DPRD, Inspektorat Diminta Usut Dana Desa Cililitan

admin
10 Jul 2025 10:16
2 menit membaca

Caption : E Supriadi Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PPP 

JUARAMEDIA, PANDEGLANG — Proyek pembangunan jalan desa di Kampung Tunas Jaya, Desa Cililitan, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang memicu kegemparan publik. Jalan tersebut dibangun di tengah kebun kosong, jauh dari pemukiman, bahkan hanya dilalui kambing, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan Dana Desa.

Komisi 1 DPRD Kabupaten Pandeglang yang membidangi pemerintahan desa angkat bicara. Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Pandeglang, E. Supriadi, menyesalkan langkah Pemdes Cililitan yang dinilai tidak mengedepankan musyawarah desa dan skala prioritas pembangunan.

“Kami minta Inspektorat segera turun tangan. Komisi 1 juga akan memanggil Kepala Desa Cililitan untuk meminta klarifikasi,” tegas Supriadi anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PPP ini, Kamis (10/7/2025).

Sebelumnya, Emen selaku anggota BPD Cililitan mengungkapkan pembangunan jalan tersebut tidak pernah dibahas dalam MusrenbangDes.

“Itu bukan jalan warga. Di sana hanya kebun, yang lewat cuma kambing. Kami BPD juga tidak pernah diajak musyawarah, ini seperti proyek siluman,” katanya, Selasa (9/7/2025).

Sementara itu, Pj Kades Cililitan Najamudin beralasan proyek tersebut merupakan kelanjutan RPJMDes sebelumnya.

 “Saya baru menjabat setahun. Jadi hanya melanjutkan program lama. Dana langsung ditransfer ke pihak ketiga, rinciannya saya belum pegang, akan saya tanyakan ke Sekdes,” ujarnya.

Warga Desa Cililitan pun geram. Mereka mengeluhkan banyak jalan desa yang rusak berat namun justru dibiarkan tanpa perbaikan.

 “Yang rusak di dekat rumah kami malah tidak disentuh, ini bangun jalan di kebun kosong. Hati warga jelas sakit,” kata seorang warga

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta audit menyeluruh terkait Dana Desa, termasuk dugaan penyimpangan pada program BUMDes serta pengadaan jaringan internet yang hingga kini tak kunjung terealisasi.

“Kami harap Inspektorat segera audit. Supaya pembangunan desa benar-benar untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan oknum,” pungkas warga.(ika/budi)

 

Redaksi
Author: Redaksi

Referensi Berita Terpercaya