
Caption : Madsupi Terpaksa Tinggal di Lapak Julaan, setelah rumahnya roboh dihantam hujan deras
JUARAMEDIA, LEBAK – Sebuah rumah milik warga di Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, roboh akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin siang (17/6/2025). Rumah yang dihuni oleh Madsupi (45) bersama enam anggota keluarganya itu ambruk sekitar pukul 14.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.
Menurut warga setempat, hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur sejak pukul 13.00 WIB dan baru reda sekitar pukul 14.30 WIB. Diduga, kondisi rumah yang sudah tidak layak huni memperparah dampak dari cuaca ekstrem tersebut.
“Hujannya deras sekali, dan rumah Pak Madsupi memang sudah tua. Akhirnya roboh saat hujan belum reda,” ujar Dedi, salah satu warga Kampung Pasir Gemuh RT 12 RW 11.
Tinggal Sementara di Lapak Jualan Barang Bekas
Pasca kejadian, Madsupi membawa seluruh anggota keluarganya untuk tinggal sementara di lapak tempat ia biasa berjualan onderdil motor bekas di daerah Sampay. Kondisi lapak tentu jauh dari ideal untuk tempat tinggal, apalagi dengan jumlah anggota keluarga yang cukup banyak.
“Sekarang kami tinggal dulu di lapak jualan. Rumah hancur total. Kalau memperbaiki sendiri, mungkin butuh waktu 7 tahun karena usaha juga sepi,” kata Madsupi saat ditemui Juaramedia pada Sabtu (22/6/2025).
Usaha jual beli barang bekas yang digelutinya sedang mengalami penurunan. Pendapatan tidak menentu, sementara kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak terus berjalan.
Tetap Prioritaskan Pendidikan Anak
Meski tengah mengalami masa sulit, Madsupi tetap berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Dua anaknya saat ini masih bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Cigoong Utara. Setiap hari, ia mengantar dan menjemput mereka dari Sampay ke sekolah.
“Saya hanya bisa minta keluarga sabar. Anak-anak tetap saya antar sekolah setiap hari. Walau tinggal di lapak, saya tidak mau mereka putus sekolah,” ucapnya.
Harapkan Bantuan Bedah Rumah
Madsupi berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Lebak, terutama melalui program bantuan sosial seperti bedah rumah tidak layak huni (RTLH), atau melalui lembaga filantropi seperti BAZNAS.
“Kalau bisa ada bantuan dari pemerintah atau BAZNAS, saya sangat bersyukur. Supaya keluarga bisa tinggal kembali di rumah yang layak,” harapnya.(dinding /arya)