
Laz Harfa Ringankan Duka Pengungsi Korban Longsor Sumedang
JUARAMEDIA.COM SERANG – Menanggapi bencana longsor yang menerjang Kabupaten Sumedang, LAZ Harapan Dhuafa sigap bergerak atasi bencana dengan turun ke lokasi membantu para penyintas di pengungsian tepatnya di Posko Taman Burung, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cihanjuang, Sumedang Jawa Barat.
Longsor menerjang tepatnya di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimangung, Kabupatan Sumedang pada 09 Januari 2021 lalu yang meyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi dalam keadaan yang serba terbatas.
Direktur Utama LAZ Harfa, Indah Prihanande menyatakan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan kita semua untuk hadir saling menguatkan.
“Saat ini Indonesia sedang di landa bencana, ribuan para penyintas di berbagai wilayah membutuhkan bantuan, inilah saatnya kita untuk saling bahu membahu membantu sesama,” ujarnya, Kamis (28/01/2022).
Indah juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur karena berkat dukungan dan donasi nya kepada para penyintas bencana longsor Sumedang, LAZ Harfa dapat menyalurkan bantuan berupa paket makanan siap saji, paket sembako,perlatan kebersihan, dan pendampingan psikososial.
Hingga saat ini, LAZ Harapan Dhuafa masih terus menyalurkan bantuan dan menyampaikan amanah para donatur untuk para korban longsor.
“Bantuan yang diberikan adalah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan para penyintas bencana. Hingga saat ini, LAZ Harfa telah menyalurkan sejumlah bantuan tersebut kepada lebih dari 656 jiwa penerima manfaat,” tutur Indah menjelaskan.
Indah berharap semoga penyaluran yang diberikan dapat bermanfaat untuk para penyintas dan meringankan beban mereka.
“Jika kita terus bersama bergandeng tangan membantu para penyintas, pasti kita semua bisa melewati masa yang sulit ini bersama-sama,” pungkas Indah.
Sementara itu Mutiah, salah seorang korban saat dihubungi via WhatsApp mengungkapkan bahwa dirinya sangat kaget saat air tiba-tiba masuk ke dalam rumah.
“Kaget, mau lari tapi udah nggak kuat jadi cuma bisa teriak minta tolong berharap ada yang mendengar,” tukasnya.
Banjir dan longsor Sumedang ternyata masih menyisakan kisah pilu dari para penyintas, kejadian itu masih terekam jelas dalam ingatan mereka. Bu Mutiah bersyukur bisa selamat dari kejadian itu meski sampai saat ini rasa takut dan khawatir masih ia rasakan, begitupun para penyintas lainnya. (arya/JM)
Tidak ada komentar