
Ponpes Al Falah Lebak Cetak Santri Berakhlak Karimah
JUARAMEDIA.COM LEBAK – Pondok Pesanteren (Ponpes) Al Falah di Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mencetak santri berakhlak karimah dengan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
“Kami berharap santri itu nantinya setelah lulus bermanfaat bagi masyarakat juga berperan aktif untuk mendukung pembangunan,terutama nilai-nilai keagamaan,” kata Ketua Pimpinan Ponpes Al Falah Desa Sukadaya Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak KH Shohibudin di Lebak, Selasa (15/12/2020).
Pesantren Al Falah yang dipadukan dengan pendidikan Madrasah Tsanawiyah (Mts) setara SMP dan madarasah aliyah (MA) setara SMA guna mendukung mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dimana parameter pendidikan itu sangat menentukan keberhasilan dan kemajuan suata negara, namun sebaliknya jika pendidikan itu buruk maka negara tidak akan mengalami kemajuan.
Berangkat dari itu, kata dia, pihaknya tahun 2010 membuka lembaga pendidikan MTs dan MA untuk mempersiapkan generasi yang berakhlak dengan SDM unggul.
Sebab, jika pendidikan masyarakat baik tentu dapat memberantas kebodohan dan kemiskinan, sehingga akhirnya bermuara pada kesejahteraan mereka.
Para santri di sini, selain belajar ilmu fiqih, tafsir, nahwu, sorop, Alquran, kajian kitab kuning, tafsir Quran dan hadist.
Selain itu juga mereka belajar pengetahuan umum, seperti Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Biologi, IPS, IPA dan lainya.
“Kami memadukan antarpendidikan agama dan umum untuk melahirkan santri berakhlak karimah juga memiliki SDM unggul,” katanya menjelaskan.
Ia menebutkan, saat ini, jumlah santri Al Falah tercatat sebanyak 180 orang, bahkan di antaranya terdapat dari Kalimantan dan Jawa Tengah dengan tenaga pengajar 30 orang dan sebagian besar telah menyandang sarjana pendidikan.
Pesantren Al Falah telah melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka sejak April hingga kini masih berlangsung.
Namun, proses KBM tatap muka itu dilakukan secara ketat menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tidak berkerumun.
Bahkan, setiap kelas dibatasi hanya 10 siswa juga waktunya bergiliran untuk hari ini perempuan dan besoknya laki-laki.
“Dengan menerapkan seperti itu hingga kini tidak ada satupun siswa yang tertular pandemi COVID-19,” katanya menjelaskan.
Ia mengatakan, pesantrenya yang dikelola itu juga tidak lepas peran pemerintah cukup besar membantu untuk kemajuan pendidikan berbasis madrasah.
Saat ini, kata dia, dirinya mendapat bantuan operasional sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama,termasuk pembangunan gedung.
Selain itu juga perhatian pemerintah daerah sangat tinggi dengan memberikan bantuan pembangunan fisik dan lainnya.
Kehadiran pesantren itu, kata dia, cukup membantu program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa juga cinta tanah air.
“Kami terus meningkatkan mutu dan kualitas agar pendidikan berbasis madrasah dapat melahirkan generasi bangsa yang tangguh dan berakhlak karimah,” katanya. (arya/JM)
Tidak ada komentar