
Di Rangkasbitung, Hasil Panen Terbatas Harga Daging Ayam dan Telur Naik
JUARAMEDIA LEBAK – Sudah hampir dua minggu, kenaikan dua komoditi daging ayam dan telur ayam di pasar Rangkasbitung dan beberapa pasar di kabupaten Lebak mengalami kenaikan harga, hal ini dipicu pasokan kurang, dan hasil panen terbatas.
“Harga ayam di kandang mencapai dikisaran Ro24.000 hingga Ro26.000/kg berat hidup. Harga daging ayam bersih di angka Rp40.000/kg di pasar,” kata Agus Reza, Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak kepada media, Senin (6/07/2020).
Kemudian, ujar dia, harga telur ayam merangkak naik, Harga telur dari kandang harganya untuk hari ini Rp23.700/kg, di pasar kisaran Rp25.000 – Rp26.000/kg, hal ini disebabkan produksi telur ayam belum stabil, permintaan konsumen meningkat.
“Mudah-mudahan dua minggu kedepan para peternak panen harga kembali stabil,” harapnya.
Hal ini dibenarkan Mursid, salah satu peternak ayam asal Kecamatan Cikulur, Ayam pedaging yang pelihara baru 17 hari.
“Belum panen, kemungkinan dua minggu lagi siap panen,” katanya.
Berita sebelumnya, Harga daging ayam dipasar Sampay Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak merangkak naik dalam sepekan ini Rp39 ribu per Kilogram (Kg), hal ini dipicu lambatnya pasokan dari kandang ke tempat pemotongan atau mungkin juga faktor lain hingga menyebabkan harga daging ayam terus naik.
“Sebelumnya harga daging Ayam hanya Rp35 ribu perkilo, dalam minggu ini mencapai Rp39 ribu,” kata Yosep pedagang daging Ayam dipasar sampay kepada media di Lebak, Minggu (5/07/2020).
Banyak pelanggan tetap yang mengeluh, terutama Rumah makan, warung tegal dan pedagang sayuran serta ibu-ibu, mereka keberatan dengan kenaik harga daging ayam tersebut. (ary/bud)
Tidak ada komentar