
Awong pengrajin anyaman dari bambu asal Kampung Sikluk RT02/02 Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Banten
JUARAMEDIA LEBAK – Penyandang disabilitas tunanetra keterbatasan fisik tidak menjadikan titik lemah bagi Arwan pria yang biasa dipanggil Awong oleh warga setempat,
Awong pengrajin anyaman dari bambu asal Kampung Sikluk RT02/02 Desa Pasirkupa Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak Banten.
“Sudah hampir 30 tahun lebih, saya menggeluti usaha kerajinan anyaman dari bambu, diantaranya kerajinan anyaman bambu, bilik, sair, kipas, boboko,” kata Awong kepada media di kediamannya, Senin (15/06/2020).
Ada saja, ungkap Awong, tetangga yang memesan hasil kerajinannya, memesan sair dan lainnya, selain itu juga memperbaiki barang anyaman yang rusak.
Dirinya menjual kerajinan anyaman tergantung besar kecil, sair kecil dijual Rp15.000 dan yang besar Rp30.000. Untuk perbaikan anyaman yang rusak Rp8000.
Sehari dua-tiga kerajinan anyaman di selesaikannya, baru ada tetangga yang membeli kerumah. Jelas awong
Walaupun ada tetangga atau dari luar memesan kerajinan anyaman , memberikan uang dulu atau DP.
“Saya tolak, dikhawatirkan saya sakit atau ada keperluan lain, kalau uang DP menjadi beban, takut mengecewakan konsumen,” tutur Awong.
Walaupun penghasilan pas-pasan, awong tetap bersyukur Allah memberikan keahlian, masih bisa menafkahi diri sendiri tanpa membebani orang lain dengan keahlian anyam-anyaman dari bambu.
Dirinya mengaku optimis mengarungi kehidupan ini.
“Allah menciptakan mahluknya, pasti Allah memberikan rezeki tergantung kita mau berusaha, menjemput rezeki itu sendiri.” pungkasnya. (ary)
Tidak ada komentar