Supplier BPNT, PT Aam Pertahankan Kwalitas Bapok

Redaksi - JuaraMedia
17 Mar 2020 10:37
2 menit membaca

Direktur PT. Aam Mariah, Bunda Aam Mariah 

Penulis:Rif/Bin|Editor:Yaris 

 

JUARAMEDIA.COM LEBAK – Sejumlah bahan pokok (bapok) yang dipersiapkan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), seperti beras, telur atau hewani (daging) yang nantinya akan didistribusikan di 314 desa dari 23 kecamatan di Kabupaten Lebak oleh salah satu perusahaan penyedia. Yakni, PT Aam Mariah, diklaim untuk produk kwalitasnya tetap diutamakan.

“Target saya, setiap penerima KPM BPNT dapat merasakan manfaat sesuai kebutuhannya,” Ujar Direktur PT. Aam Mariah, Bunda Aam Mariah saat ditemui di Rangkasbitung, Selasa (17/3/2020).

Dijelaskan wanita berusia 43 tahun ini , program BPNT merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat menuju sejahtera. Oleh karena itu, sambung Aam pihaknya berupaya untuk memaksimalkan program tersebut dengan memberikan sembako sesuai keinginan penerima atau KPM, yang tentunya dari sembako yang berkualitas.

“Sudah hampir empat tahun saya bergerak menjadi supplier program BPNT. Terlebih, kami senang dengan urusan sosial. Yang pasti, untuk kwalitas sembako kita jaga,” ujarnya.

Wanita yang saat ini sudah memiliki dua anak ini mengaku jika pihaknya berkiprah menjadi supplier, berawal dari Kabupaten Bogor sejak tahun 2017 silam. Kemudian, merambah ke Kabupaten Tangerang, Serang, Pandeglang. Bahkan, hingga ke tempat kelahiran dirinya.

“Kalau kita tidak membedakan kwalitas bahan pokok yang akan disalurkan kepada KPM. Meskipun, di Kabupaten Lebak kota kelahiran saya,” ungkapnya.

Menurut Bunda, berbekal pengalaman dengan urusan sosial merupakan salah satu motivasi menjadi supplier.

“Intinya, saya ingin mensukseskan program nasional dan bagaimana caranya agar program tersebut dapat berjalan dengan maksimal. Terlebih, saya sudah mengetahui kondisi di lapangan. Sehingga kami tidak akan keluar dari aturan pemerintah. Terlebih, keinginan hak penerima bisa saya lihat langsung apa yang mereka rasakan saat menerima haknya,” katanya

Wanita kelahiran Kampung Sanding, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur ini menambahkan, pada awal tahun 2017 nominal penerima BPNT di angka Rp 110.000. Sedangakan di awal tahun 2019 hingga Januari-Februari 2020 meningkat menjadi Rp 150.000. Kemudian, kembali naik di angka Rp 200.000 dari awal Maret 2020 yang direncakan hingga bulan Ramadhan.

“Saya berharap semoga nominal hingga akhir tahun 2020 menetap di angka Rp 200.000. Kemudian, di tahun berikutnya (2021- red) kembali meningkat,” pungkasnya.

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *