DPRD Lebak Minta Pemerintah Tidak Berlebihan Hadapi Corona 

Redaksi - JuaraMedia
17 Mar 2020 14:57
Lebak Parpol 0 63
2 menit membaca

Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah 

Penulis :Arya |Editor :Budy 

JUARAMEDIA.COM LEBAK – Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah meminta pemerintah tidak berlebihan menghadapi penyebaran Virus Corona atau Covid-19, karena bisa menimbulkan kegaduhan dan ketakutan di masyarakat.

“Kita berharap penetapan darurat bencana Covid -19 tidak berdampak terhadap perekonomian daerah,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Lebak, saat dihubungi di Lebak, Selasa (17/03/2020).

Saat ini, masyarakat sangat berlebihan menghadapi mewabahnya COVID-19 itu, karena sejumlah tempat ibadah sampai menggulung permadani dan sejadah.

Sebab, dirinya saat melaksanakan shalat di masjid maupun musola di res area Tol Jakarta – Cikampek Km 507 dan Tol Cipali res area KM 102 sangat prihatin, karena tidak ada sejadah dan karpet pemadani.

Bahkan, mukena dan sarung yang biasa disediakan oleh masjid dan musola bersangkutan, namun kini sudah tidak ada.

“Saya kira masyarakat sudah berlebihan dan seakan-akan tidak percaya dengan takdir dan kuasa Allah itu,” katanya menjelaskan,

Untuk pencegahan wabahnya penyakit, kata dia, sesuai anjuran Rosul dengan menjaga kebersihan lingkungan maupun kebersihan diri dengan melaksanakan shalat fardhu dan sunnah.

Dengan demikian, pihaknya meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera mengambil langkah jangan sampai wabah Corona menjadi isu dan prasangka buruk pada pemerintah.

Selain itu juga larangan berpergian diberlakukan seluruh pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di Tanah Air juga sekolah diliburkan.

“Kami berharap penanggulangan COVID -19 cepat sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan berlebihan,” kata politisi PPP Lebak ini.

Kewaspadaan wabah virus corona jangan sampai berdampak terhadap pengusaha kecil, termasuk usaha perhotelan dengan menurun omzet pendapatan secara drastis.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah cepat bertindak untuk kembali memulihkan perekonomian tersebut dengan menurunkan tim penanggulangan COVID-19 yang melibatkan instansi atau lembaga negara yang berkompeten.

Selama ini, kata dia, penyebaran kewaspadaan corona sangat meresahkan karena orang yang mengalami batuk-batuk, demam, pilek, sesak nafas diduga terkena COVID-19.

“Kami berharap dugaan virus corona itu bisa ditangani secepatnya melalui gubernur maupun rumah sakit setempat, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya menjelaskan.

TIM REDAKSI
Author: TIM REDAKSI

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *