
Foto : Sekretaris Pokja Kabupaten Lebak, Fariz Abdullah, saat menyerahkan bantuan.
Editor : Budi Harto
LEBAK – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak salurkan bantuan untuk pasangan suami istri, Samlawi dan Lina, warga Kampung Cicenang, Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Lebak, Banten, Senin (11/1/2019).
Ketua Pokja Kabupaten Lebak, Mastur Huda mengatakan, bantuan yang disalurkan tersebut berupa logistik dan peralatan dapur, merupakan bentuk kepedulian para kuli tinta di Kabupaten Lebak terhadap keluarga miskin yang tinggal di gubuk reot. Ia juga mengaku terenyuh saat melihat kondisi rumah Samlawi yang sudah ditopang oleh beberapa kayu lantaran nyaris ambruk.
“Memang kondisi rumahnya parah banget, sudah tidak di isi karena sudah nyaris ambruk,” ujarnya kepada awak media.
Belum lagi, menurut Mastur, kondisi Samlawi yang menderita penyakit stroke dan jantung semakin membuat kondisi keluarga miskin itu prihatin.
“Apalagi kabarnya hari ini (Senin, 11 November 2019) pak Samlawi harus mendapatkan perawatan medis lantaran penyakit jantungnya kambuh,” imbuhnya.
Dewan Pembina Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Lebak, Deden Kurniawan berharap, baik kepada pemerintah maupun para dermawan agar membantu untuk meringankan beban keluarga Samlawi.
“Ya, kita harap pemerintah ataupun para dermawan bisa membantu keluarga Samlawi,” tuturnya singkat
Sementara Samsiah ibu dari Samlawi patmengucapkan banyak terimakasih adanya bantuan dari para Wartawan yang tergabung ke dalam Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Lebak.
Ia juga membenarkan saat ini kondisi rumah milik anaknya tak lagi di huni lantaran nyaris ambruk.
“Udah ngga di isi pak, sekarang mereka (Samlawi-red) tinggal dengan saya,” ucapnya.
Samsiah yang seorang janda juga menceritakan bahwa anak lelakinya itu kini tengah mendapatkan perawatan tim medis RSUD dr. Adjidarmo lantaran penyakit jantung yang dideritanya kambuh.
“Penyakit jantungnya kambuh karena kemarin (Minggu, 10/11) kondisi rumah mengeluarkan bunyi reot saat Samlawi bersama keluarganya tengah beristirahat pada siang hari. Kedua anaknya langsung berlari saat mendengar suara itu karena khawatir ambruk,” terangnya.
Tidak ada komentar