Digelar Hari Ini, KUMALA Lebak Luncurkan “Ruang Aman” untuk Korban Kekerasan Seksual

Yayat - JuaraMedia
3 Feb 2026 08:14
KUMALA 0 74
2 menit membaca

Caption : Poster Acara Kegiatan KUMALA Lebak 

JUARAMEDIA, LEBAK – Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) Kabupaten Lebak akan menggelar Dialog Publik dan Launching “Ruang Aman” hari ini, Selasa (3/2/2026), pukul 13.00 WIB, bertempat di Pendopo Museum Multatuli, Rangkasbitung.

Kegiatan bertajuk “Time to Speak: Berbicara Kekerasan Seksual, Korban Bisa Apa?” tersebut digelar sebagai upaya mendorong keberanian korban kekerasan seksual untuk berbicara sekaligus memperkuat perlindungan dari negara dan masyarakat.

Ketua KUMALA Kabupaten Lebak, Rohimin, mengatakan peluncuran Ruang Aman menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masih maraknya kasus kekerasan seksual yang kerap terbungkam oleh rasa takut, stigma sosial, dan minimnya pendampingan.

“Ruang Aman ini kami hadirkan sebagai wadah perlindungan dan keberanian. Korban harus merasa aman untuk bicara dan mendapatkan pendampingan yang layak,” ujar Rohimin, Selasa (3/2/2026).

Dalam dialog publik tersebut, KUMALA menghadirkan sejumlah tokoh strategis daerah sebagai keynote speaker, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Lebak dr. Juwita Wulandari, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Belia Asyidik Jayabaya, Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lebak Reri Yoseline S., S.Pd.

Selain itu, dialog juga akan diisi oleh para narasumber lintas sektor, mulai dari anggota DPRD, akademisi, advokat, hingga aktivis perlindungan perempuan dan anak. Mereka akan membahas pencegahan kekerasan seksual, mekanisme pelaporan, pendampingan korban, serta penegakan hukum terhadap pelaku.

Rohimin menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-61 KUMALA, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat sipil dalam membangun sistem perlindungan korban kekerasan seksual di Kabupaten Lebak.

“Kami berharap dialog ini tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi melahirkan komitmen nyata semua pihak dalam melindungi korban,” tegasnya.

Acara ini dijadwalkan dihadiri oleh mahasiswa, organisasi perempuan, perwakilan lembaga pemerintah, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu kekerasan seksual dan keadilan gender. (*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi