
Empat Fraksi Sikapi Gas Elpiji 3 Kg yang Harganya Sangat Beratkan Masyarakat
JUARAMEDIA.COM LEBAK – Empat Fraksi, Gerindra, PDIP, Nasdem dan Perindo, menyikapi gas elpiji 3 Kilogram (Kg) yang selama ini sangat memberatkan masyatakat dengan harga yang sangat mahal di warung warung pengecer.
H Enden Wahyudin, Ketua Komisi l dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan, hasil temuan dilapangan hampir Se Kabupaten Lebak ini tabung gas elpiji 3 Kg terjadi kelangkaan, selain itu harga yang melambung tinggi ini yang menjadi persoalan.
“Tentunya, kami berharap pada pihak terkait khususnya pemerintah daerah juga perdagangan dan industri (Dispeindag) ini harus melakukan langkah yang kongkrit, termasuk pada pihak kepolisian apabila diduga ada penimbunan barang tersebut di mohon segera dilakukan langkah langkah strategis berkaitan dengan tugas dan pungsi kepolisian, kalau ini di biarkan berbahaya kasihan masyarakat,” ujar H Enden pada Juaramedia.com di ruang Fraksi Gerindra, di Lebak belum lama ini.
Menyikapi ada salah satu agen yang di demo oleh LSM Bentar, di duga menerima pembelian dari warung yang seharusnya ke pangkalan dan tidak dilakukan transaksi nota pembelian, itu yang tidak boleh mekanismenya dan menjadi persoalan semua pihak.
“Maka, ini di duga ada pelanggaran. Pihak kepolisian dan perdagangan segera turun ke agen agar segera mengambil tindakan,” tegasnya.
Kalau itu ada terjadi pelanggaran, jelas Enden, itu harus diberi sangsi tegas sesuai SOP sesuai dengan aturan yang berlaku, kalau memang ada pelanggaran hukum, lakukan tindakan hukum dan ada pelanggaran administrasi oleh pemerintah daerah.
“Dengan harga di pengecer yang melambung ini yang jadi persoalan, kasihan masyarakat kecil, dalam persoalan susah keuangan dan situasi covid ini harga barang barang juga elpiji mahal ini yang menjadi perhatian serius. Kami DPRD ini sering kali menemukan persoalan dilapangan, tetapi persoalan politik ini ada di semua pihak termasuk di eksekutif karena yang memberikan eksekusi di lapangan,” tutur Ketua Komisi l DPRD Lebak ini.
Sementara Fery Purnama dari Fraksi Nasdem mengungkapkan, hal ini disebabkan juga alur distribusi sampai ke rumah tangga masyarakat agak panjang juga, terkait ada sub sub agen yang merupakan dalam satu kroni keluarga.
“Kalau misalkan agen menjual sesuai dengan harga, tapi ketika sudah jatuh kepada kroni, keduanya anak dagang yang menjual ke pengecer akan lebih tinggi. Dan ini harus dibenahi juga PR Pemerintah Daerah khususnya Dinas terkait, karena pemerintah sendiri adalah penegak perda dan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat untuk mengaturan distribusi dari barang barang yang bersubsidi terutama elpiji 3 Kg itu,” jelas Fery Purnama dari Fraksi Nasdem. (ade/bud)
Tidak ada komentar