
Caption : Bupati Lebak Hasbi Jayabaya bersama Wakil Bupati Amir Hamzah
JUARAMEDIA, LEBAK – Langkah bijak Bupati Lebak Hasbi Assidiki Jayabaya menghadirkan suasana politik yang sejuk dan penuh keteladanan di Kabupaten Lebak. Dengan sikap rendah hati, ia mendatangi langsung kediaman Wakil Bupati Lebak, H. Amir Hamzah, untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus mempererat silaturahmi, sebagai wujud komitmen menjaga keharmonisan pemerintahan dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas dinamika politik.
Kehadiran Bupati Hasbi didampingi tokoh agama serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, menambah suasana pertemuan menjadi hangat dan penuh kekeluargaan. Momen tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam meredam ketegangan sekaligus memperkuat soliditas kepemimpinan daerah.
Langkah ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak, Ns. Endang Komarudin, S.KM., S.Kep., M.A., menilai sikap yang ditunjukkan Bupati Hasbi sebagai cerminan pemimpin yang berani bertanggung jawab.
“Sikap tersebut menjadi teladan. Pemimpin yang berani mengakui dan mendatangi langsung adalah sosok yang mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas ego pribadi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026)
Menurut Endang, rekam jejak Hasbi Jayabaya sejak menjabat sebagai anggota DPR RI hingga kini dipercaya memimpin Kabupaten Lebak menunjukkan konsistensi dalam pengabdian. Hal itu pula yang menjadi dasar dukungan PPNI terhadap arah kepemimpinan yang dijalankan.
Apresiasi serupa juga disampaikan tokoh senior Perkumpulan Urang Banten (PUB), H. Pepep Paisaludin. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kedewasaan dalam berpolitik.
“Ini adalah politik santun dan berkelas. Tidak semua pemimpin mampu menanggalkan ego dan memilih jalan rekonsiliasi. Sikap seperti ini mencerminkan nilai budaya Banten yang religius dan menjunjung tinggi kekeluargaan,” ungkapnya.
Pertemuan antara Bupati dan Wakil Bupati ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas pemerintahan di Kabupaten Lebak. Di tengah dinamika yang berkembang, langkah rekonsiliasi dinilai sebagai modal sosial penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Lebih dari sekadar seremoni, pertemuan ini membawa pesan kuat bahwa persaudaraan dan kehormatan tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dengan semangat kebersamaan yang kembali terbangun, diharapkan pembangunan di Kabupaten Lebak dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)