Dari Lahan Tidur ke Lumbung Padi, Lebak Gandeng IPB Cetak 100 Hektare Sawah

Yayat - JuaraMedia
7 Apr 2026 20:59
Pertanian 0 56
2 menit membaca

Caption :   Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya ketika menerima audensi akademisi IPB

JUARAMEDIA, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak mulai merealisasikan langkah strategis dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengoptimalkan lahan tidak produktif menjadi sawah seluas 100 hektare di Desa Cimanyangray, Kecamatan Gunung Kencana, sebagai upaya konkret memperkuat ketahanan pangan daerah.

Langkah ini ditandai dengan audiensi antara Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, didampingi Kepala Dinas Pertanian Rahmat Yuniar, bersama tim akademisi IPB di Pendopo Bupati Lebak, Senin (6/4/2026).

Audiensi tersebut menjadi awal kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memaksimalkan potensi lahan agraris di Lebak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Perwakilan IPB, Dr. Nina Widiana Diningrat, melalui program Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W), menjelaskan bahwa tahapan awal kegiatan akan dimulai dengan survei lapangan dan pengambilan sampel air tanah di lokasi.

“Selanjutnya akan dilakukan kajian dan observasi untuk memastikan kesiapan lahan sebelum ditanami padi,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis kajian ilmiah menjadi kunci agar lahan yang dikembangkan benar-benar produktif dan berkelanjutan.

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa Lebak sebagai daerah agraris memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan demi meningkatkan produksi pangan.

“Pemanfaatan lahan harus dimaksimalkan. Kami ingin Lebak tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga dalam pengolahan hasil pertanian,” kata Hasbi.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini Kabupaten Lebak telah memiliki fasilitas rice milling unit (RMU) sebagai penunjang modernisasi pengolahan padi menjadi beras.

Lebih lanjut, Hasbi menekankan pentingnya peran akademisi dalam memberikan arah kebijakan berbasis data dan riset. Pemerintah daerah, kata dia, sangat membutuhkan masukan strategis agar program yang dijalankan tepat sasaran.

“Kami membutuhkan saran dan masukan terkait langkah-langkah strategis serta program yang perlu dilaksanakan untuk memanfaatkan potensi lahan agraris di Lebak. Kami ingin ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tegasnya.

Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap lahan tidur yang selama ini terbengkalai dapat berubah menjadi lumbung padi baru yang produktif. Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Lebak.(*)

Yayat - JuaraMedia
Author: Yayat - JuaraMedia

Pemimpin redaksi